Menteri Bahlil: Pemerintah Gerak Cepat Bantu Masyarakat Aceh

2026-01-12 07:28:36
Menteri Bahlil: Pemerintah Gerak Cepat Bantu Masyarakat Aceh
LHOKSEUMAWE, - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), bersama PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di Provinsi Aceh, Selasa .Setelah bantuan disalurkan Medco E&P kemarin, hari ini diberikan tambahan 5 ton bantuan kebutuhan pokok sebagai bagian dari total sekitar 40 ton bantuan yang dipersiapkan untuk disalurkan secara bertahap.Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, membawa bantuan itu.Pria asal Papua itu menyampaikan keprihatinannya atas dampak banjir yang meluas di sejumlah wilayah.“Pemerintah bergerak cepat untuk membantu masyarakat yang terdampak. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan mendesak warga,” ujar Bahlil.Baca juga: Kunjungi Lokasi Bencana di Tapanuli Selatan, Bahlil Akan Bantu 250 Tenda PengungsianDia menyebutkan, pemerintah bergerak cepat untuk membantu pemulihan Aceh selama banjir dan longsor.Kepala BPMA, Nasri Jalal turut menyampaikan pentingnya memastikan bantuan tersalurkan dengan baik.“BPMA mengoordinasikan dan memantau proses penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan menjangkau warga yang paling membutuhkan. Kami berharap dukungan ini dapat meringankan beban masyarakat hingga keadaan kembali pulih,” ujar Nasri.Direktur Utama Medco E&P, Ronald Gunawan menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung upaya tanggap darurat pemerintah.“MedcoEnergi selalu berupaya hadir untuk masyarakat di sekitar wilayah operasi kami, terutama dalam situasi darurat seperti banjir ini. Kami bekerja bersama KESDM dan BPMA agar bantuan dapat tersalurkan cepat dan tepat sasaran,” kata Ronald.Baca juga: Sempat Lumpuh Total, Akses Jalan Aceh Tamiang – Sumut Berangsur NormalMedco E&P telah menyalurkan bantuan secara bertahap sejak Senin , termasuk beras, air mineral, minyak goreng, mi instan, susu UHT, sarung, sejadah, mukena, selimut, dan kebutuhan pokok lainnya.Banjir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan meluapnya sungai, terputusnya sejumlah akses jalan, dan terganggunya aktivitas masyarakat di beberapa wilayah Aceh.


(prf/ega)