BALI, – Video rekaman sekelompok pria yang diduga mencuri pakaian di sebuah toko di Bali ramai dibahas di media sosial, termasuk oleh warganet Jepang.Dilansir Mothership, Minggu , dalam unggahan di platform X, pemilik toko mengaku kehilangan 11 potong pakaian sebelum melihat CCTV dan menemukan bahwa sekelompok turis Jepang diduga mengambil pakaian-pakaian tersebut tanpa membayar.Dalam video yang beredar, terlihat tiga pria sedang berpura-pura melihat-lihat pakaian sambil diam-diam memasukkannya ke dalam tas.Baca juga: Diduga Buat Konten Asusila, Bintang Film Dewasa Inggris Bonnie Blue Ditangkap di BaliMereka terlihat beberapa kali menoleh untuk memastikan tidak ada yang memperhatikan sebelum menyelipkan barang ke dalam tas.Tak lama kemudian, seorang pria keempat datang dan juga terlihat memasukkan satu barang ke sakunya. Dari rekaman tersebut, mereka terdengar berbicara dalam bahasa Jepang.Banyak warganet Jepang mengecam tindakan keempat pria tersebut, dengan komentar yang menyebut mereka sebagai “individu yang menjadi aib permanen bagi negara.”Unggahan yang sama juga menggambarkan kasus ini sebagai “insiden langka yang mungkin pertama kali terjadi.”Dok. Shutterstock/Marius Dobilas Ilustrasi Bali. Kasus ini muncul di tengah laporan meningkatnya angka kriminalitas di Bali yang melibatkan turis asing.Baca juga: Penjelasan RS Bali soal Jantung Jenazah WNA Australia HilangPada Juli 2025, The Guardian melaporkan peningkatan signifikan tren kejahatan di pulau tersebut.Politisi Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih, menilai kualitas wisatawan yang datang ke Bali menurun.“Kualitas turis yang datang ke Bali semakin menurun,” ujarnya.Ia menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penginapan ilegal turut memperburuk situasi karena memudahkan wisatawan asing untuk tinggal lebih lama tanpa pengawasan ketat.“Hal ini terjadi karena meningkatnya jumlah homestay ilegal, yang memungkinkan warga asing tinggal lebih lama di pulau ini,” tambahnya.Data menunjukkan keterlibatan warga asing dalam tindak kejahatan meningkat 16 persen, dari 194 kasus pada 2023 menjadi 226 kasus pada 2024.Bentuk pelanggaran meliputi kejahatan siber, narkotika, kekerasan, hingga penipuan pertanahan.Baca juga: Turis China Tewas di Bali, Diduga Keracunan di Hostel Murah Canggu
(prf/ega)
4 Turis Jepang Mencuri di Bali, Netizen Negeri Sakura: Mereka Aib Negara
2026-01-12 04:49:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:13
| 2026-01-12 04:55
| 2026-01-12 03:37
| 2026-01-12 03:35
| 2026-01-12 03:06










































