Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Ditangkap KPK Sehari Setelah Hadiri Hari Anti Korupsi Sedunia

2026-01-12 15:16:54
Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Ditangkap KPK Sehari Setelah Hadiri Hari Anti Korupsi Sedunia
- Ironi menyelimuti Kabupaten Lampung Tengah. Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Ardito Wijaya ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya sehari setelah menghadiri peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025.Ardito diketahui menghadiri Hakordia 2025 di Nuwo Balak, Kecamatan Gunungsugih, pada Selasa .Dalam acara itu, ia tampil dalam video resmi Pemkab Lampung Tengah, mengenakan pakaian dinas harian (PDH) cokelat dan peci hitam, sambil menyampaikan pesan antikorupsi kepada jajarannya.Keesokan harinya, Rabu , KPK melakukan OTT terhadap Ardito terkait dugaan suap proyek dan suap pengesahan RAPBD Lampung Tengah.Baca juga: KPK Sebut OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Berawal dari Permintaan KeteranganDalam video yang diunggah akun Instagram Pemkab Lampung Tengah, Ardito terlihat memberikan sambutan, menyerahkan pin merah dan plakat kepada pegawai yang dinobatkan sebagai “pegawai antikorupsi”.Ia turut menerbangkan burung merpati, sebagai simbol pembukaan acara Hari Antikorupsi Sedunia 2025 bersama pejabat Pemkab Lampung Tengah.Dalam pidatonya, Ardito menekankan pentingnya kejujuran dalam pelayanan publik.“Tentunya, sesuatu yang baik harus dimulai dengan keikhlasan dan kejujuran dalam bekerja. Sehingga, pelayanan akan terlaksana secara maksimal,” ujar Ardito, Selasa .Hanya berselang beberapa jam setelah peringatan Hakordia itu, dirinya menjadi target operasi senyap KPK.Baca juga: Kena OTT, Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Punya Harta Rp 12,8 Miliar/HARYANTI PUSPA SARI Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya tiba di Gedung Merah Putih, Jakarta, setelah ikut terjaring dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu .Ardito kini ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Saat tiba di gedung KPK, ia mengenakan kemeja hitam, jaket, celana hitam, dan topi putih, serta membawa sebuah koper.Kepada awak media, Ardito membantah kabar bahwa ia sempat kabur saat OTT berlangsung.“Selama ini kabur ke mana?” tanya awak media.“Di rumah saja,” jawab Ardito singkat.Ia juga menyampaikan bahwa kondisinya baik.“Alhamdulillah sehat. Boleh numpang lewat,” ujarnya menuju ruang pemeriksaan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-12 14:31