Sayembara Novel DKJ 2025 Catat Rekor Peserta Terbanyak, Gen Z Mendominasi

2026-02-02 02:47:30
Sayembara Novel DKJ 2025 Catat Rekor Peserta Terbanyak, Gen Z Mendominasi
Jakarta - Malam Anugerah Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2025 yang diadakan di Teater Mini Taman Ismail Marzuki (TIM) pada Rabu menorehkan sejarah baru dalam dunia sastra Indonesia.Tahun ini, panitia menerima sebanyak 1.162 naskah, jumlah terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan sayembara sejak pertama kali digelar pada 1974. Dari total tersebut, 792 naskah berhasil lolos seleksi administrasi.Yang menarik, lebih dari 350 naskah di antaranya ditulis oleh gen Z. Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah derasnya arus digital dan budaya instan, anak muda masih memiliki antusiasme tinggi terhadap dunia sastra. Mereka bukan hanya aktif membaca, tetapi juga menulis, bereksperimen dengan bentuk dan bahasa, serta membawa warna baru bagi wajah sastra Indonesia.Advertisement“Secara keseluruhan, yang paling menarik adalah, bagi kami dewan juri adalah menikmati atas regulasi penulis muda, dan keberdayaan dalam eksplorasi tema. Tema kompleks dan bentuk naratif eksperimen diiringi catatan kritis mengenai kebutuhan peningkatan keterampilan, tidak hanya keterampilan bahasa, tetapi kerajinan mereka untuk mengeksplorasi, melakukan beragama eksperimen” ujar Ida Ayu Oka Rusmini, salah satu dewan juri yang ikut menilai ratusan naskah secara ‘buta’ tanpa mengetahui identitas penulisnya.Oka juga berharap bahwa pemenang tahun ini berasal dari generasi muda dan nama baru bagi sastra Indonesia.“mudah-mudahan sih nama baru. Bagi saya kalau nama baru itu lebih menarik. Karena seperti tadi yang diomongkan Minanto (pemenang DKJ tahun 2019), bagaimana dia sulit mendapatkan penerbit, kan? Begitu dia menang, orang pada pengen.” Tambah Oka.  


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-02 01:59