Sedang Musim Banjir, Dua Alat Peringatan Dini Bencana di Semarang Malah Dicuri

2026-01-12 07:32:57
Sedang Musim Banjir, Dua Alat Peringatan Dini Bencana di Semarang Malah Dicuri
SEMARANG, — Dua unit Early Warning System (EWS) atau alat peringatan dini bencana milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Jawa Tengah, dilaporkan hilang dicuri.Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, mengatakan kedua alat tersebut berfungsi mendeteksi potensi bencana seperti banjir dan longsor.“Dua hilang di Pudak Payung,” kata Endro saat dikonfirmasi, Kamis .Baca juga: Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam RetensiBPBD telah melaporkan kasus pencurian itu kepada pihak kepolisian agar alat pendeteksi bencana tersebut segera ditemukan.“Sudah, sudah pernah kita laporkan,” ujarnya.Endro menjelaskan, saat ini masih ada 22 unit EWS aktif yang tersebar di sejumlah titik rawan bencana di Kota Semarang.“Untuk 2026 ini akan ada pengadaan EWS lagi,” ungkapnya.Baca juga: Purworejo Kini Punya 24 Alat Peringatan Dini Bencana Tsunami dan Longsor Ia menyebut alat tersebut dipasang di kawasan sungai rawan meluap serta daerah yang rentan longsor. Salah satu unit yang hilang berada di aliran Sungai Pudak Payung.“Ketika ketinggian air naik, sensor langsung membaca debit air dan berbunyi keras. Warga bisa segera mengevakuasi diri,” kata Endro.Selain menangani kasus pencurian EWS, BPBD Kota Semarang juga memperkuat langkah mitigasi bencana, khususnya banjir di wilayah Kaligawe.“Beberapa hari ke depan kami fokus memperkuat sodetan Unissula untuk memperlancar aliran air dan menanggulangi banjir di kawasan Kaligawe,” ujar Endro.Baca juga: Jalan Kaligawe Semarang Akan Ditinggikan 1 Meter Usai Terendam BanjirIa menjelaskan, strategi jangka pendek dalam tiga bulan ke depan mencakup lima fokus utama:Untuk dua pekan ke depan, BPBD juga menyiapkan empat langkah prioritas, yakni pembersihan sedimentasi, perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan dan saluran, penempatan posko cepat tanggap di tiap kecamatan terdampak, serta aktivasi tim monitoring cuaca 24 jam.“Semua langkah ini kami ambil untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir,” pungkas Endro.


(prf/ega)