Terlalu Unik, Fosil 'Little Foot' Berusia 2 Juta Tahun Diduga Spesies Manusia Baru

2026-01-14 22:01:59
Terlalu Unik, Fosil 'Little Foot' Berusia 2 Juta Tahun Diduga Spesies Manusia Baru
- Salah satu fosil leluhur manusia paling lengkap yang pernah ditemukan, yang dijuluki "Little Foot", kini menimbulkan perdebatan baru di kalangan ilmuwan.Sebuah studi terbaru mengklaim bahwa fosil ikonik ini mungkin bukan anggota dari genus Australopithecus yang sudah dikenal, melainkan mewakili spesies manusia baru.Fosil tersebut ditemukan di Gua Sterkfontein, Afrika Selatan, pada tahun 1998.Selama ini, Fosil Little Foot diyakini sebagai anggota genus Australopithecus—leluhur manusia yang menyerupai kera dan berjalan tegak, yang hidup antara 3-1,95 juta tahun lalu.Ketika fosil ini pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 2017, ia sempat dikaitkan dengan spesies Australopithecus prometheus, meskipun beberapa ahli lainnya bersikeras bahwa ia adalah Australopithecus africanus.Baca juga: 50 Orangutan Tapanuli Diperkirakan Mati Diterjang Banjir Sumatera, Ancam Punahnya SpesiesStudi terbaru, yang diterbitkan dalam American Journal of Biological Anthropology, kini menyajikan tantangan signifikan terhadap klasifikasi tersebut.Para peneliti berpendapat bahwa fosil Little Foot tidak memiliki ciri-ciri unik yang sama dengan A. prometheus atau A. africanus.Dikutip The Independent, Jesse Martin, antropolog dari La Trobe University dan salah satu penulis studi tersebut, menegaskan bahwa identitas sebenarnya dari fosil ini sangat penting untuk memahami masa lalu evolusioner kita.“Kami rasa tidak terbukti bahwa itu (fosil little foot) adalah A prometheus atau A africanus. Ini lebih mungkin merupakan kerabat manusia yang sebelumnya tidak teridentifikasi,” kata Dr. Martin.Para peneliti menemukan bahwa morfologi yang dipertahankan oleh spesimen Little Foot tidak mendukung penugasannya ke A. prometheus.Andy Herries, antropolog dan penulis studi lainnya, menambahkan bahwa nama Australopithecus prometheus sendiri didefinisikan berdasarkan ide awal bahwa leluhur manusia ini membuat api, sebuah gagasan yang kini diketahui tidak benar."Kepentingan dan perbedaannya dengan fosil kontemporer lainnya jelas menunjukkan kebutuhan untuk mendefinisikannya sebagai spesies uniknya sendiri,” tegas Dr. Herries.Baca juga: Apa Spesies Manusia Pertama di Bumi?Temuan ini secara langsung menantang klasifikasi yang ada dan menyoroti perlunya taksonomi yang hati-hati dan berbasis bukti dalam evolusi manusia.Para ilmuwan berharap dalam studi masa depan dapat menguji dan mengklarifikasi spesies mana yang diwakili oleh Fosil Little Foot dan di mana posisi spesies manusia baru ini dalam pohon keluarga manusia.Identitas sejati fosil ini disebut menjadi kunci untuk memahami masa lalu evolusioner kita.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Angkringan Balap Paseban viral karena keragaman menu dan suasananya yang selalu ramai.Menu andalan berupa nasi kucing dengan pilihan lauk seperti tempe, sambal usus, sambal teri, hingga ayam geprek menjadi favorit pengunjung.Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, berkisar Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per item. Angkringan ini buka mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.Tingginya minat pengunjung membuat antrean kerap terbentuk bahkan sebelum jam buka. Datang lebih awal menjadi strategi utama untuk mendapatkan tempat duduk dan pilihan menu yang masih lengkap.Mangut Lele Mbah Marto menjadi representasi kuliner tradisional Yogyakarta yang bertahan di tengah tren kekinian.Warung ini dikenal dengan konsep pawon atau dapur tradisional yang bisa disaksikan langsung oleh pengunjung.Kompas.com/Silvita Agmasari Mangut lele yang dijual di warung Mbah Marto, Bantul, Yogyakarta.Lele yang digunakan tidak digoreng, melainkan diasap terlebih dahulu dengan tusukan pelepah daun kelapa sebelum dimasak menjadi mangut.Metode pengasapan ini menghasilkan aroma khas dengan cita rasa manis dan gurih yang kuat. Mangut lele disajikan dengan kuah santan pedas yang menjadi ciri khas masakan tradisional Jawa.Baca juga: Itinerary Kulineran Serba Legendaris di Yogyakarta Bujet Rp 150.000Mangut Lele Mbah Marto berlokasi di Jalan Sewon Indah, Ngireng-ireng, Panggungharjo, Sewon, Bantul.Warung ini buka mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Harga mangut lele dibanderol sekitar Rp 25.000 per porsi. Karena peminatnya tinggi, pengunjung disarankan datang lebih awal agar tidak kehabisan.Bagi pencinta kuliner pagi, Sate Koyor Yu Ira menjadi tujuan wajib. Warung sederhana ini telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan berlokasi di kawasan Pasar Ngasem, pusat aktivitas warga sejak dini hari.Tribun Jogja/Hamim Thohari Sate koyorMenu andalannya adalah sate koyor, bagian urat sapi yang diolah hingga empuk dan kaya rasa.Harga sate koyor dibanderol mulai Rp 10.000, menjadikannya pilihan terjangkau bagi pengunjung pasar maupun wisatawan.Warung Yu Ira buka mulai pukul 05.00 hingga 15.00 WIB. Waktu paling ramai terjadi pada pagi hari, seiring aktivitas pasar yang padat.Datang sebelum pukul 09.00 WIB menjadi waktu ideal untuk menikmati menu favorit tanpa harus menunggu lama.

| 2026-01-14 21:30