"Lost Contact" Selama Banjir Sumut, Satu Keluarga Ditemukan Tewas Dalam Rumah di Medan

2026-02-05 01:35:57
MEDAN, – Satu keluarga ditemukan meninggal dunia di Jalan Marelan, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Senin .Ratna (33), keluarga korban, mengatakan, tiga orang yang meninggal dunia adalah abangnya berinisial S, serta istri dan anak abangnya, J dan Z.“Kami sudah lost contact dari Jumat ke Sabtu. Coba datanglah keluarga ke sana mengecek. Digedor-gedor rumahnya, tapi enggak buka,” kata Ratna saat diwawancarai di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Senin .“Posisinya terkunci di dalam. Enggak ada digembok dari luar. Biasanya kalau keluar mereka pasti begitu. Nah, ditelepon enggak ada yang bisa dihubungi,” sambungnya.Baca juga: Warga Medan Marelan Evakuasi Mandiri dengan Sampan Bocor, Dari Sore Hingga Tengah MalamPada hari Minggu, keluarga kembali mendatangi rumah tersebut. Namun, kondisi rumah masih tertutup rapat.“Itulah hari Senin semalam, jadi kami putuskan untuk bongkar paksa saja. Rusakin pintunya. Kami minta tolong kepala lingkungan dan lurah di sana,” ujar Ratna.Ratna mengatakan, begitu pintu dibuka, bau busuk langsung tercium. J ditemukan tergeletak tak bernyawa di tangga rumah, sedangkan S dan Z berada di lantai dua.Ia menduga ketiganya meninggal karena menghirup asap genset yang dinyalakan saat terjadi pemadaman listrik di tengah banjir yang melanda wilayah tersebut.“Sepertinya mereka saat itu menghidupkan genset karena mati lampu. Setelah itu tak ada kabar lagi,” sebut Ratna.Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, Iptu Agus Purnomo, mengatakan, ketiga jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi.“Diduga meninggal karna asap genset namun demikian kami bawa ke RS Bhayangkara untuk diotopsi,” ujar Agus kepada Kompas.com melalui saluran telepon, Selasa .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-05 01:56