Kelakar Menkes, ASN Kemenkes yang "Buncit" Bakal Diajak Lari

2026-01-16 00:55:43
Kelakar Menkes, ASN Kemenkes yang
JAKARTA, - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin berkelakar bahwa aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kesehatan yang terlihat "buncit" akan diajak lari bersama.Mulanya, Budi membahas temuan banyaknya usia dewasa yang masih produktif, tetapi malas untuk bergerak dan akhirnya menimbulkan obesitas."Ternyata banyak yang dewasa-dewasa tuh, usia-usia ini nih, usia produktif, malas gerak dan terjadi obesitas. Itu dulu itunya tuh. Kami bertiga (Wamenkes Dante dan Wamenkes Benyamin) enggak ada yang kelihatan obesitas ya," ucap Budi saat ditemui di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu .Kemudian, Budi menanggapi pertanyaan wartawan terkait bagaimana bila ada ASN Kemenkes yang perutnya masih terlihat "buncit".Baca juga: HKN ke-61, Menkes Klaim Program Quick Win Prabowo Sudah Tunjukan Hasil Signifikan"Nah, iya itu tuh. Makanya nanti sama Wamennya diajak lari, gitu kan. Wamennya kurus-kurus soalnya. Wamennya sekarang sudah cocok," kata Budi seraya tertawa.Budi lalu mengingatkan awak media untuk menjaga kesehatan karena kegemukan atau obesitas juga dapat menyebabkan penyakit diabetes dan hipertensi."Cek kesehatan gratis nomor satu. Kalau ada yang merah-merahnya atau kuning, makannya mesti dijaga, tidurnya mesti yang cukup. Enggak boleh malas gerak. Karena banyak obesitas, bisa darah tinggi, bisa gula darah," ucapnya.Pada momen Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Budi mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan.Baca juga: Menkes Sebut Indonesia Masih Kekurangan Dokter Gigi dan Dokter Spesialis"Itu adalah prioritas utama, memang kita harus mengobati orang yang sakit, tapi akan jauh lebih baik lagi kalau orang jangan sakit," jelasnya."Kalau sakit kan enggak produktif, enggak bisa kerja, biaya mahal, bayar obat, bayar rumah sakit," sambungnya.Menurut Budi, sangat gampang untuk hidup sehat.Dimulai dari makan yang diatur dan tidur yang cukup."Makannya diatur, tidurnya diatur, pikirannya positif terus, dan juga enggak boleh berhenti bergerak atau olahraga," kata dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-15 23:23