Tips Simpan Helm Setelah Hujan Agar Tidak Rusak

2026-01-14 04:32:56
Tips Simpan Helm Setelah Hujan Agar Tidak Rusak
JAKARTA, – Berkendara motor saat hujan membuat helm tak terhindar dari kondisi basah, baik di bagian luar maupun dalam.Jika dibiarkan atau disimpan dengan cara yang keliru, maka helm bisa cepat rusak, berbau, bahkan berjamur.Presiden RC Motogarage, Reyner Alexander, membagikan beberapa langkah sederhana namun penting terkait cara menyimpan helm setelah terkena hujan.Baca juga: PO Cahaya Trans Tutup Sementara Setelah Kecelakaan di Tol KrapyakLangkah ini bertujuan menjaga kualitas material helm sekaligus kenyamanan pengendara saat digunakan kembali.Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan visor dan shell helm dilap hingga benar-benar kering.Air hujan yang tersisa di permukaan helm berpotensi meninggalkan noda dan mempercepat penurunan kualitas material, terutama pada visor./FATHAN Helm pebalap MotoGP di IMHAX 2025Setelah itu, helm disarankan untuk diangin-anginkan menggunakan kipas angin dengan hembusan cukup kencang.Proses ini membantu mengeringkan bagian dalam helm tanpa risiko kerusakan."Jangan langsung dijemur matahari, karena bisa merusak EPS (Expanded Polystyrene/Styrofoam)," ucap Reyner, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.EPS merupakan lapisan styrofoam di dalam helm yang bertugas menahan benturan kepala ketika terjadi kecelakaan.Lapisan ini tidak boleh sampai rusak karena bisa memengaruhi fungsinya untuk melindungi kepala.Baca juga: Modifikasi Motor Listrik: Risiko Kebakaran Akibat KesalahanSelain itu, untuk mempercepat proses pengeringan, padding atau busa helm bisa dilepas jika memungkinkan.Dengan begitu, sirkulasi udara ke bagian dalam helm menjadi lebih optimal, sehingga kelembapan tidak terperangkap terlalu lama.Soal penyimpanan, helm sebaiknya tidak diletakkan sembarangan setelah kehujanan, terutama di ruang tertutup yang minim sirkulasi udara.“Simpan di tempat kering dan ada sirkulasi udara, jangan taro di box helm,” ucap Reyner.Sebagai langkah tambahan, Reyner juga menyarankan penggunaan silika gel untuk membantu menyerap kelembapan.“Masukkan silika gel kecil di dalam helm ketika dipajang di lemari atau di tempat terbuka,” kata dia.Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, helm dapat tetap terjaga kebersihan dan kualitasnya, meski kerap digunakan di tengah kondisi hujan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-14 02:29