Peduli Korban Bencana Sumatera, Grup Merdeka Salurkan Donasi Rp 977 Juta melalui Baznas RI

2026-02-04 09:27:14
Peduli Korban Bencana Sumatera, Grup Merdeka Salurkan Donasi Rp 977 Juta melalui Baznas RI
– Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera, Grup Merdeka menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp 977 juta melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia (RI).Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk (IDX: MDKA) Albert Saputro berharap, bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. “Kami berharap, bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Terima kasih kepada Baznas RI atas koordinasi dan pengelolaan penyaluran bantuan yang profesional,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin .Pernyataan tersebut disampaikan Albert dalam acara penyerahan donasi yang digelar di Treasury Tower Lantai 67–68, District 8 SCBD, Jakarta, Jumat .“Semoga seluruh pihak yang terlibat senantiasa diberikan kekuatan, dan proses pemulihan dapat berjalan dengan baik,” lanjutnya.Baca juga: Komitmen pada Tambang Berkelanjutan, Begini Upaya Merdeka Copper Gold Dukung Pencapaian SDGsDonasi tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas anak perusahaan serta karyawan Grup Merdeka terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.Dukungan itu juga menjadi bentuk partisipasi aktif perusahaan dalam mendukung program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yakni ESDM Siaga Bencana.Adapun bantuan dihimpun dari kontribusi MDKA sebagai perusahaan induk, sejumlah entitas anak usaha, serta partisipasi aktif karyawan di lingkungan Grup Merdeka.Entitas yang turut berkontribusi antara lain PT Bumi Suksesindo (BSI), PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM), PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), PT Batutua Kharisma Permai (BKP), PT Batutua Tembaga Raya (BTR), serta PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI).Sinergi lintas entitas itu mencerminkan komitmen Grup Merdeka dan karyawannya dalam mendukung upaya penanggulangan bencana nasional.Baca juga: Merdeka Copper Gold Punya 1.084 Karyawan Perempuan, Hapus Stigma Laki-laki di Dunia TambangAlbert menambahkan, seluruh unit operasi Grup Merdeka juga telah mengirimkan relawan dari Tim Tanggap Darurat (Emergency Response Team/ERT) ke wilayah terdampak bencana, khususnya di Sumatera Utara (Sumut).Pada kesempatan itu, Albert secara simbolis menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan. Selanjutnya, Grup Merdeka mempercayakan pengelolaan dana bantuan sepenuhnya kepada Baznas RI agar dapat disalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.Dana donasi itu akan dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan mendesak di wilayah terdampak, mulai dari penyediaan logistik dasar, layanan kesehatan, dukungan psikososial bagi penyintas, hingga pemulihan fasilitas sosial masyarakat.DOK. Humas MDKA Tim Tanggap Darurat (Emergency Response Team) Grup Merdeka membantu proses evakuasi korban bencana di Tapanuli Utara, Sumatera Utara.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-04 08:51