Hasil Juventus Vs Roma 2-1: Si Nyonya Bungkam Serigala

2026-02-03 01:42:11
Hasil Juventus Vs Roma 2-1: Si Nyonya Bungkam Serigala
- Hasil Liga Italia memuat kemenangan 2-1 Juventus atas AS Roma. Gol Francisco Conceicao dan Lois Openda hadirkan angka sempurna buat Si Nyonya.Pertandingan pekan ke-16 Liga Italia 2025-2026 Juventus vs AS Roma digelar di Stadion Allianz, Sabtu atau Minggu dini hari WIB.Kemenangan Juventus dipastikan melalui gol Francisco Conceicao (44') dan Lois Openda (70').Tim tamu dari Ibu Kota Italia hanya bisa membalas sekali melalui kontribusi Tomasso Baldanzi (75').Berkat raihan hasil sempurna atas AS Roma, berhak naik ke peringkat lima klasemen Liga Italia 2025-2026 dnegan raihan 29 poin dari 16 pertandingan.Di sisi lain, AS Roma persis satu tangga di atas Juventus dengan bekal 30 poin dari jumlah laga yang sama.Baca juga: Alasan Performa Jonathan David Merosot di Juventus, Dikucilkan Rekan Satu Tim?Bagi Roma, kekalahan di markas Juventus ini menegaskan performa menurun mereka. Tim Serigala Ibu Kota Italia tersebut menelan empat kekalahan dalam tiga laga terkini.Sebaliknya, Juventus asuhan Luciano Spallletti kembali menuai kemenangan penting atas pesaing langsung berburu zona Liga Champions.Pekan lalu, sebelum melibas Roma, Juventus juga berhasil membekuk Bologna dengan skor 1-0.Seperti yang sudah diduga laga Juventus vs Roma berjalan dengan tempo tinggi dan memuat banyak duel.Menjelang turun minum, Conceicao (44') memecah kebuntuan, berkat sentuhan apik dari Cambiaso di dalam kotak penalti menyusul operan Kenan Yildiz dari sisi kiri.Baca juga: Hasil Bologna Vs Juventus 0-1, Bianconeri Naik ke Peringkat KelimaConceicao lantas melepaskan tembakan kaki kiri yang gagal dijangkau oleh kiper AS Roma, Mile Svilar.Beberapa saat sebelumnya, Conceicao sebenarnya sempat menyia-nyiakan peluang emas setelah menerima umpan Yildiz.Penyerang sayap asal Portugal tersebut sempat berhadapan langsung dengan Svilar, yang tampil sigap menutup ruang tembak.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-03 01:51