CILACAP, – Sejak semalam, Tari (75) hanya bisa menangis di Posko Pengungsian Balai Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.Ia menanti kabar suaminya, Rastum (78), yang hilang setelah rumahnya di Dusun Cibuyut tertimbun longsor pada Kamis malam.Saat bencana terjadi, Tari sedang berada di rumah salah satu cucunya di Salem, Kabupaten Brebes."Kamis pagi sebelum kejadian bapak ngantar saya sampai Majenang. Saya ke Salem naik angkutan umum, mau nengok cucu. Bapak enggak ikut, langsung pulang," kata Tari, yang diterjemahkan cucu yang mendampingi, Dedi Badrussalam (29), Sabtu .Baca juga: Pulang dari Jakarta, Dedi Menanti Istri dan 2 Anak Tertimbun Longsor Cibeunying CilacapTari mendapat kabar tentang longsor besar itu malam harinya."Tahunya dari cucu, lihat di medsos, terus dianterin cucu naik mobil kemarin," ujar Tari.Namun, Tari tidak diperkenankan melihat lokasi longsor dan diarahkan untuk mengungsi di balai desa. Ia menduga sang suami sedang tidur saat bencana terjadi."Bapak kemungkinan lagi tidur, soalnya kalau tidur pules banget," kata Tari.Tari berharap Rastum segera ditemukan.Dedi, yang selama ini tinggal di Purwakarta, pulang ke Cilacap untuk mendampingi neneknya bersama keluarga lain."Selain rumah kakek, di situ juga ada dua rumah (lain yang tertimbun) yang juga masih saudara. Mudah-mudahan cepat ketemu," kata Dedi.Menurut Dedi, neneknya terus menangis sejak mendengar kabar longsor."Nangis terus, karena keinget terus," ujar Dedi.Hingga saat ini, proses pencarian korban longsor masih berlangsung. Sembilan alat berat dan anjing pelacak dikerahkan untuk membantu pencarian.
(prf/ega)
Kisah Haru Korban Longsor Cibeunying, Cilacap: Nenek Menangis Tak Henti
2026-01-12 04:41:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:23
| 2026-01-12 03:14
| 2026-01-12 02:49
| 2026-01-12 02:37
| 2026-01-12 02:31










































