BNPB: Pemasangan Tenda di Aceh Tamiang Sesuai Kondisi Darurat, Bukan karena Kunjungan Presiden

2026-01-12 03:59:34
BNPB: Pemasangan Tenda di Aceh Tamiang Sesuai Kondisi Darurat, Bukan karena Kunjungan Presiden
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meluruskan kabar yang menyebut pemasangan tenda darurat di Aceh Tamiang baru dilakukan menjelang kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke wilayah terdampak banjir dan longsor tersebut.Direktur Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Brigadir Jenderal M Arief Hidayat menegaskan, informasi itu tidak sesuai dengan kondisi di lapangan dan perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.“Tenda BNPB dipasang segera setelah akses jalan ke Aceh Tamiang berhasil dibuka oleh petugas. Bukan karena rencana kedatangan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Arief di Jakarta, Sabtu .Baca juga: 3 Pekan Berlalu, Permukiman Warga Aceh Tamiang Masih Gelap Gulita dan Dipenuhi LumpurArief menjelaskan, Kabupaten Aceh Tamiang, termasuk Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah akibat banjir bandang dan longsor yang melanda Provinsi Aceh.Selama beberapa hari pascabencana, wilayah tersebut terisolasi total karena akses jalan utama tertutup banjir dan material lumpur. Kondisi itu membuat mobil logistik, tenda darurat, serta peralatan penanganan bencana tidak dapat segera masuk ke lokasi terdampak.“Selama jalur menuju Aceh Tamiang belum bisa dilewati, seluruh kendaraan logistik memang tertahan. Begitu akses darat dibuka, tim BNPB langsung bergerak dalam hitungan jam,” kata Arief.Ia menambahkan, kedekatan waktu antara pembukaan akses jalan dan agenda kunjungan Presiden Prabowo Subianto membuat seolah-olah pemasangan tenda berkaitan dengan agenda kenegaraan.“Kedekatan waktunya dengan agenda Presiden membuat seolah-olah terkait, padahal tidak demikian. BNPB bekerja berdasarkan kondisi teknis dan prinsip kedaruratan, bukan berdasarkan acara siapa pun,” tegasnya.Baca juga: Meski Ruangan Belum Siap, RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Buka Poli Darurat/Tria Sutrisna Situasi permukiman di Kota Lintang Bawah Aceh Tamiang, Sabtu . Sebagian besar rumah dan bangunan hancur akibat banjir.Berdasarkan pantauan BNPB, pada Kamis banjir di Desa Sukajadi telah surut. Namun, lapisan lumpur tebal masih menutupi permukiman warga, sehingga proses pembersihan dan mobilisasi peralatan tambahan dilakukan secara bertahap.Dalam situasi tersebut, BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri terus memperkuat layanan dasar di lokasi pengungsian.“Sejak akses terbuka, kebutuhan dasar seperti makanan sudah tersedia lebih baik. Sementara itu, pasokan air bersih terus kami tingkatkan bersama pemerintah daerah dan unsur TNI/Polri,” ujar Arief.Ia mengakui distribusi bantuan masih menghadapi tantangan karena sejumlah titik pengungsian sulit dijangkau.“Karena banyak lokasi masih terbatas aksesnya, distribusi bantuan dilakukan bertahap. Kami berterima kasih atas masukan warga dan terus melakukan perbaikan layanan, termasuk penyediaan air bersih,” katanya.Baca juga: Kisah Warga Hadapi Banjir Aceh Tamiang: Saya Gigit Beras, Minum Air Lumpur, Kayu Luar Biasa MenakutkanArief kembali menegaskan, pemasangan tenda darurat murni dilakukan berdasarkan kebutuhan warga terdampak dan kesiapan jalur logistik.“Begitu jalan terbuka, tim masuk. Prioritas kami sederhana, keselamatan dan kenyamanan warga terdampak bencana,” tutupnya.


(prf/ega)