Angkot Stasiun Citayam Bikin Macet, Dishub Urai Macet di Jam Sibuk

2026-01-17 04:48:47
Angkot Stasiun Citayam Bikin Macet, Dishub Urai Macet di Jam Sibuk
Lalu lintas (lalin) di Citayam, Depok, macet imbas angkutan perkotaan (angkot) yang berhenti menunggu penumpang alias ngetem. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok menyebut pihaknya aktif mengatur lalin di sana terutama pada jam-jam sibuk.Kepala Bidang Bimbingan Keselamatan dan Ketertiban Dishub Kota Depok, Ari Manggala, menyertakan laporan dari petugas Dishub terkait keluhan warga di Citayam. Ia menyebut anggota Dishub sudah mengantisipasi kemacetan di sana."Terkait giat pengaturan kita di lapangan, kita aktif di jam-jam sibuk, pagi dari jam 06.00 sampai dengan 08.00 kita pengaturan, setelah itu kita istirahat antisipasi lintasan dan kemacetan kembali. Bila terjadi kemacetan kita siaga mengurai sampai dengan pergantian shift," kata Ari Manggala menyertakan laporan dari anggota Dishub di lapangan, Rabu (3/12/2025).Ia menyebut Dishub aktif mengatur lalu lintas di Stasiun Citayam. Kendati demikian, pihaknya tak menampik bisa saja angkot ngetem saat petugas sedang beristirahat."Siang hadir jam 13.00 WIB langsung pengaturan, setelah kondusif istirahat dan pemantauan lintasan dan kemacetan dan di sore harinya pengaturan kembali dari jam 16.00 WIB sampai dengan 17.45 WIB. Maghrib istirahat sampai Isya. Apabila terdapat kemacetan kembali, kami urai kembali lalinnya," lanjut anggota Dishub.Ia menyebut Dishub tak bisa selalu berjaga di tiap menitnya. Mereka juga mengeluhkan jumlah personel yang mesti dibagi dalam beberapa waktu."Namun dari semua itu terkadang angkot-angkot ini mungkin ngetem di saat kita istirahat. Karena anggota kita hanya 8 orang, dibagi pagi dan siang. Jadi kami tidak bisa selalu standby setiap jamnya. Jadi pagi dan sore kadang hanya 3 orang karena 1 off karena ada beberapa titik pertigaan atau perempatan seputaran Citayam jadi kita nggak bisa isi semua," tambahnya.Ari menduga kemacetan yang sempat terjadi di Stasiun Citayam pada Senin (1/12) sore lantaran ada evakuasi bayi yang ditinggal di toilet stasiun. Pihaknya menduga ada ambulans yang berhenti tepat di pintu masuk Stasiun Citayam."Nah yang ini kemarin (1/12) ada evakuasi orang buang bayi di dalam toilet stasiun. Ada ambulans berhenti tepat di akses keluar atau masuk Stasiun Citayam," ujarnya.Ari meminta angkot hingga ojol tak ngetem di dekat Stasiun Citayam. Ia berharap imbauan itu dapat dipatuhi.Keluhan Warga Angkot NgetemLalin di Citayam, Depok, macet imbas mobil angkot yang ngetem. Warga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Depok membenahi angkot tersebut.Pantauan detikcom di lokasi, Senin (1/12) sore, terlihat antrean angkot di depan Stasiun Citayam. Tampak banyak angkot yang ngetem di lokasi sehingga lalin menjadi macet.Terdengar bunyi klakson pengendara meminta angkot meneruskan perjalanannya. Jalur depan Stasiun Citayam juga sempit dan hanya bisa dilalui dua kendaraan roda empat.Tampak menuju penyeberangan perlintasan kereta, ada 'pak ogah'. Mereka mengatur pengendara yang melintas agar tidak saling serobot.Namun jalan yang sempit dan bebatuan membuat pengendara melambatkan laju kendaraannya. Tampak banyak juga angkot yang ngetem setelah menyeberangi perlintasan kereta. Hal itu menjadi pemicu kemacetan bertambah.Salah satu warga, Ajeng (35), mengatakan memang banyak angkot yang ngetem di sekitar Stasiun Citayam. Dia mengatakan hal itu menjadi penyebab kemacetan di sekitar lokasi."Kalau stasiun iya angkot ngetem, terus parkir tukang ojek. Apalagi yang ngetem di jalan setelah pintu kereta tuh bikin macet. Apalagi habis hujan dijamin bisa panjang macetnya," ujar Ajeng kepada detikcom, Senin (1/12).Warga lainnya, Adil (30), meminta agar angkot tersebut ditertibkan. Menurut dia, angkot ngetem hingga membuat kemacetan juga berbahaya bagi pengendara yang melintas di penyeberangan."Ya maunya ditertibin ya. Kan bikin macet. Bahaya juga itu kalau dari Citayam sana ketahan di rel," ujar Adil.Adil juga meminta agar angkot tersebut diatur dan difasilitasi lokasi untuk ngetem. Dia juga meminta angkot yang rusak diperbaiki."Kasih tempat ngetem gitu, diatur biar nggak ganggu kita yang mau lewat. Terus tuh angkot dibenerin juga kali ya. Kadang nggak ada nopol atau bodinya udah jelek gitu," tutupnya.Simak juga Video: Sopir Angkot Adang Mikrotrans di Pulogadung, Kadishub Buka Suara[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-01-17 03:45