Indeks Pembangunan Jateng 2025 Masih di Bawah Nasional: Salatiga Tertinggi, Pemalang Terendah

2026-01-12 18:53:58
Indeks Pembangunan Jateng 2025 Masih di Bawah Nasional: Salatiga Tertinggi, Pemalang Terendah
SEMARANG, - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah merilis laporan terbaru yang menunjukkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di provinsi ini.IPM Jawa Tengah pada tahun 2025 tercatat mencapai 74,77 poin, meningkat dari 73,87 poin pada tahun sebelumnya, atau tumbuh sebesar 1,22 persen.Meskipun berada dalam kategori IPM tinggi, angka tersebut masih di bawah rata-rata nasional yang mencapai 75,90 poin pada tahun yang sama.Baca juga: IPM Kendal Jadi Sorotan, Banyak Anak Putus Sekolah karena Faktor EkonomiKepala BPS Jateng, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan bahwa capaian IPM diukur berdasarkan kualitas kesehatan, pendidikan, dan standar kelayakan hidup.Dalam hal kesehatan, umur harapan hidup saat lahir di Jawa Tengah tercatat sebesar 75,24 tahun.“Rata-rata lama sekolah di Jawa Tengah adalah 8,15 tahun, yang mencakup pendidikan dari SMP kelas 1 ke atas. Sedangkan harapan lama sekolah mencapai 13,05 tahun, yang mencakup pendidikan diploma 1 ke atas,” kata Endang saat dikonfirmasi pada Rabu .Standar kelayakan hidup diukur dari pengeluaran riil per kapita per tahun yang mencapai Rp12,746 juta, mengalami kenaikan sebesar 3,83 persen, sejalan dengan peningkatan jumlah pekerja formal dan penurunan angka pengangguran.Baca juga: Sejak Kang DS Menjabat Bupati, IPM Kabupaten Bandung Tunjukkan Tren PositifDari segi kabupaten/kota, Kota Salatiga mencatat IPM tertinggi di Jawa Tengah dengan angka 86,23, melampaui IPM nasional dan bahkan IPM DKI Jakarta yang berada di angka 85,05.Capaian ini mencerminkan kualitas hidup yang sangat baik, terutama dalam dimensi pendidikan dan kesehatan.Sebaliknya, Kabupaten Pemalang mencatat IPM terendah di provinsi ini dengan angka 69,47, meskipun masih berada di atas kategori rendah, menunjukkan tantangan dalam pemerataan pembangunan manusia.Endang juga menyoroti pertumbuhan IPM di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.Kabupaten Brebes dan Banjarnegara mencatat pertumbuhan IPM tertinggi sebesar 1,42 persen.Banjarnegara bahkan berhasil meningkatkan statusnya dari kategori sedang menjadi tinggi, berkat peningkatan harapan lama sekolah.Baca juga: Calon Petahana Pilkada Sumbawa Klaim IPM Meningkat dalam 5 Tahun Terakhir“Meskipun Kabupaten Pemalang masih tercatat dengan IPM terendah sebesar 69,47 dan IPM Salatiga sebesar 86,23, yang perlu kita perhatikan adalah pertumbuhan IPM Kabupaten Brebes yang mengalami percepatan tertinggi sebesar 1,42 persen. Sementara itu, Kota Tegal masih memerlukan upaya lebih karena pertumbuhannya tercatat terendah sebesar 0,58 persen,” jelasnya.Secara keseluruhan, Endang menyatakan bahwa sebanyak 25 kabupaten/kota di Jawa Tengah mencatat pertumbuhan IPM di atas rata-rata periode 2020–2024.Dia menilai bahwa percepatan pembangunan manusia mulai merata, meskipun masih ada daerah yang memerlukan perhatian khusus.Baca juga: Garut Dihantui Stunting dan IPM Rendah, BGN Ingatkan Hal Ini“Tidak ada wilayah di Jawa Tengah dengan status pembangunan manusia yang tergolong rendah. Jadi, semuanya berada dalam kategori sedang dan tinggi. Namun, memang perlu upaya-upaya luar biasa untuk mempertahankan tren ini,” ujar Edang.Endang menambahkan bahwa peningkatan IPM di Jawa Tengah dari segi kesehatan didukung oleh program-program seperti cek kesehatan gratis dan layanan dokter spesialis keliling yang digagas oleh Pemprov Jateng.Sementara itu, peningkatan harapan lama sekolah menjadi 13,05 tahun dan rata-rata lama sekolah mencapai 8,15 tahun didorong oleh perbaikan fasilitas pendidikan dan dukungan bagi anak-anak yang putus sekolah.


(prf/ega)