JAKARTA, - Anggota Komisi V DPR Fraksi Partai Golkar, Zigo Rolanda, meninjau progres perbaikan dua instalasi pipa masuk (intake) PDAM di Kota Padang, Sumatera Barat, yakni Intake Kampuang Koto dan Intake Lubuk Paraku, terkait layanan air bersih bagi masyarakat usai bencana banjir.Ketika melihat Intake Kampuang Koto di Kecamatan Nanggalo yang memiliki kapasitas 500 liter/detik, dia mendapati intake tersebut masih lumpuh sementara akibat tertutup sedimen dan material banjir.Sama seperti di Kampuang Koto, perbaikan Intake Lubuk Paraku berkapasitas 200 liter/detik juga masih berjalan.Zigo menegaskan percepatan pembersihan agar suplai air bersih di kawasan sekitar dapat segera kembali mengalir penting dilakukan.“Kami ingin memastikan masyarakat tidak menunggu terlalu lama. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak boleh tertunda,” ujar Zigo dalam keterangannya, Minggu .Baca juga: Korban Banjir Aceh Kekurangan Makanan dan Air BersihZigo meminta Wali Kota Padang merangkum secara komprehensif data kerusakan akibat banjir di seluruh wilayah Kota Padang.Data tersebut, kata dia, akan segera disampaikan ke kementerian terkait untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.Kemudian, terkait hunian bagi warga yang kehilangan rumah, Zigo menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan program relokasi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.Baca juga: Pencarian Korban Hilang Akibat Banjir Bandang di Padang Panjang Masih Berlanjut, Termasuk Satu WN MalaysiaPemerintah daerah diminta menyediakan lahan untuk kawasan permukiman baru, sementara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan membangun rumah khusus bagi warga yang rumahnya rusak total atau hanyut.Relokasi ini dilakukan berdasarkan persetujuan warga dan memastikan mereka pindah ke lokasi yang lebih aman dari risiko bencana.Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan mendesak di posko pengungsian, Zigo memastikan ketersediaan air bersih menjadi prioritas utama.Sebanyak 58 hidran umum (HU) akan dipasang oleh Balai BPBPK Sumatera Barat, ditambah 10 mobil tangki air, serta dukungan dua unit mobil tangki dari Jambi untuk memasok air ke seluruh HU tersebut.“Air bersih tidak boleh terlambat. Keterlambatan akan menimbulkan masalah kesehatan baru bagi para pengungsi,” tuturnya.Baca juga: Kerusakan Infrastruktur Kota Padang akibat Banjir Tembus Rp 202,8 MiliarSelanjutnya, di posko pengungsian di Guo dan Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, terdapat sekitar 400 rumah terdampak banjir.Zigo menemukan para pengungsi belum mendapatkan akses air bersih.
(prf/ega)
Anggota DPR Dapati Instalasi PDAM di Padang Lumpuh Usai Banjir
2026-01-12 01:26:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 08:52
| 2026-01-12 08:42
| 2026-01-12 07:52
| 2026-01-12 07:23
| 2026-01-12 07:04










































