Macet Imbas Proyek di Jalan Cinere Raya, Warga Diimbau Cari Jalur Alternatif

2026-01-15 12:11:23
Macet Imbas Proyek di Jalan Cinere Raya, Warga Diimbau Cari Jalur Alternatif
Polisi melakukan rekayasa lalu lintas (lalin) berupa contraflow karena adanya proyek gorong-gorong atau crossing di Jalan Cinere Raya, Depok, Jawa Barat. Polisi mengimbau warga mencari jalur alternatif demi menghindari kemacetan di lokasi.Kapolsek Cinere Kompol Chairul Saleh mengatakan pihaknya sudah mengimbau terkait adanya rekayasa lalin. Untuk menghindari kemacetan, pengendara bisa melalui Jalan Ismaya menuju Puri Cinere."Ya memang kita sudah buat rekayasa melalui Jalan Ismaya tembus Puri Cinere, baik roda dua maupun roda empat," ujar Chairul kepada wartawan, Selasa (25/11/2025).Chairul menjelaskan kemacetan tak terhindarkan saat pagi dan sore hari di Jalan Cinere Raya. Kemacetan itu juga dipicu padatnya kendaraan dan jalan yang sempit."Kalau sekarang (per pukul 12.00 WIB) sudah cair (kemacetan). Cuma kalau pagi sama sore, kepadatan sangat luar biasa dengan ada pembongkaran dan pembuatan gorong-gorong di tengah jalan depan Mal Cinere," tuturnya."Kalau imbauan sudah kita sampaikan ke warga. Namun, karena banyaknya arus kendaraan yang memang padat dan jalan juga sempit, jadi tidak tertampung," tutupnya.Diketahui, contraflow diberlakukan mulai 18 November hingga 23 Desember 2025. Jalan Cinere Raya terdiri atas dua jalur dengan empat lajur.Proyek itu membuat dua lajur ditutup. Kini hanya dua lajur yang bisa digunakan oleh kendaraan yang hendak dari Depok ke Jakarta dan sebaliknya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-15 11:42