Konten Kekerasan Menurunkan Empati Anak? Ini Penjelasan Psikolog

2026-01-14 04:14:55
Konten Kekerasan Menurunkan Empati Anak? Ini Penjelasan Psikolog
– Publik ramai membahas soal perilaku agresif remaja kembali mencuat setelah kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta yang memicu keprihatinan. Insiden tersebut berani dilakukan oleh seorang siswa yang dikabarkan kerap mengonsumsi konten kekerasan di internet. Hal itu membuat banyak orangtua khawatir terhadap dampak paparan konten kekerasan di dunia digital.Lantas, seberapa besar pengaruh konten kekerasan terhadap perkembangan perilaku dan empati anak?Psikolog Grace Eugenia Sameve, M.A., M.Psi., menjelaskan, paparan konten kekerasan, baik dari lingkungan maupun internet berperan signifikan dalam membentuk cara anak memahami dunia dan merespons situasi. Jika berlangsung terus-menerus, hal ini bahkan berpotensi menumpulkan empati mereka.Baca juga: Warga Tolak Wacana Pembatasan Game Online Imbas Ledakan di SMA 72 JakartaMengapa konten kekerasan bisa mempengaruhi perilaku anak?Grace menyebut, anak belajar melalui proses meniru apa yang ia lihat di sekelilingnya.“Salah satu cara anak belajar adalah dengan meniru apa yang dilihat di internet atau yang ada di sekitarnya,” kata Grace saat dihubungi Kompas.com, Jumat .Situasi menjadi lebih berisiko ketika anak terpapar kekerasan dari dua arah sekaligus, yaitu lingkungan sekitar dan internet, tanpa mendapatkan contoh perilaku positif sebagai pembanding.“Jika anak terekspos kekerasan di dua konteks, yakni lingkungan sekitar dan internet, serta tidak mendapatkan eksposur perihal cara berperilaku lain, bisa jadi ia akan lebih mungkin menerapkan perilaku tersebut,” ujarnya.Hal ini menunjukkan bahwa pola konsumsi media anak berperan penting dalam membentuk respons mereka terhadap konflik maupun interaksi sosial.Baca juga: Anak Korban Bullying, Ini Saran Psikolog untuk Orangtua Berkaca dari Ledakan di SMAN 72 Jakarta/IZZATUN NAJIBAH Pelaksanaan TKA di SMAN 10 Surabaya pada Selasa Paparan berulang dapat menumpulkan empatiSejumlah studi juga telah menunjukkan konsekuensi lain yang tak kalah serius. Grace mengatakan, remaja yang terlalu sering mengakses konten berisikan kekerasan cenderung mengalami penurunan kepekaan sosial.“Studi menunjukkan bahwa remaja yang terlalu sering mengakses media berbau kekerasan akan merasa kurang khawatir (less concern) terhadap orang lain yang mengalami kesulitan,” ungkap Grace.Penurunan empati ini berdampak pada cara anak membaca emosi orang lain dan menilai konsekuensi dari tindakan mereka. Ketika empati melemah, remaja lebih rentan bersikap agresif atau menganggap kekerasan sebagai hal yang lumrah.Baca juga: Belajar dari Kasus Bullying Mahasiswa Unud, Ini Pentingnya Empati di Dunia MayaBagaimana orangtua bisa mencegah dampaknya?


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-14 04:09