Pencarian Korban Longsor Cilacap Ditutup, 21 Meninggal dan Dua Korban Belum Ditemukan

2026-01-11 22:57:52
Pencarian Korban Longsor Cilacap Ditutup, 21 Meninggal dan Dua Korban Belum Ditemukan
SEMARANG, – Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian korban tanah longsor di dua dusun di Cibuyut, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.Setelah 10 hari pencarian, sebanyak 21 orang ditemukan meninggal dan dua hilang tak ditemukan.Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Muhammad Chomsul, melalui pesan tertulis, Senin ."Selama 10 hari pelaksanaan, tim berhasil mengevakuasi seluruh korban yang berhasil ditemukan dengan total 21 meninggal dunia, 11 luka-luka, serta mencatat 2 korban dalam status pencarian yang dinyatakan hilang sesuai prosedur penutupan Ops SAR," tutur Chomsul.Baca juga: Tak Hanya Cibeunying, Pergerakan Tanah Juga Rusak Puluhan Rumah di CilacapKedua korban yang tak berhasil ditemukan yakni Maysarah Salsabila (14) dan Vani Hayati (12).Dia memastikan upaya pencarian telah dilakukan secara menyeluruh di sektor-sektor prioritas, termasuk area tertimbun material berat, alur sungai tertutup longsoran, serta lereng dengan tingkat risiko tinggi akibat hujan susulan."Menandai berakhirnya operasi, seluruh unsur yang terlibat mengikuti Sholat Ghoib dan prosesi tabur bunga di lokasi bencana sebagai wujud penghormatan terakhir bagi para korban," lanjutnya.Menurut Chomsul, langkah ini diambil setelah melakukan koordinasi dan evaluasi mendalam dengan pihak keluarga korban dan pemerintah daerah (Pemda) Cilacap.Dia menambahkan, angka waktu standar operasi SAR dan penghentiannya mengacu pada Peraturan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Peraturan Basarnas.Penyelenggaraan operasi SAR dilaksanakan paling lama 7 hari dan bisa diperpanjang apabila ditemukan tanda-tanda penemuan korban."Dengan masih adanya potensi longsoran susulan dan kondisi cuaca yang tidak stabil, kegiatan dilanjutkan dengan penanganan pascabencana oleh BPBD dan pemerintah daerah, termasuk percepatan land clearing untuk relokasi, dukungan logistik bagi penyintas, serta pemantauan potensi risiko lanjutan di area terdampak," imbuhnya.


(prf/ega)