JAKARTA, - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyebut instansi pemerintah maupun swasta di bidang pendidikan tidak serius menangani perundungan atau bullying.Pernyataan ini disampaikan Pigai usai wartawan bertanya tanggapannya sebagai Menteri HAM terhadap perundungan di SMPN 19 Tangerang Selatan.“Kalau jujur kan tidak menyakitkan, kan? Saya melihat lembaga-lembaga, instansi pemerintah maupun swasta yang menangani dunia pendidikan tidak serius menangani bullying,” tegas dia di Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Rabu .“Maaf ya, saya to the point saja, instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah, maupun juga pihak swasta yang mengelola pendidikan tidak serius menangani bullying,” tambah dia.Baca juga: Natalius Pigai Serahkan Penuntasan Kasus Marsinah ke Komnas HAM dan PolriPigai pun memberikan waktu selama satu bulan kepada pihak-pihak terkait untuk menghadirkan peraturan agar meminimalisir perundungan.“Kalau terus (terulang), saya akan keluarkan Permen (Peraturan Menteri) Hak Asasi Manusia, peraturan menteri. Ya, ini sudah bahasa yang saya agak sedikit kencang ini. Enggak ada, kita enggak usah pakai UU,” jelas dia.Menurut Pigai, aksi perundungan kerap kali mengganggu semua orang, terutama para pelajar yang akan menjadi generasi bangsa.“Kita kan mau 2045 leading di tingkat dunia. Gimana kalau kita tidak melakukan penguatan sekarang? Penguatan sumber daya manusia yang kompeten dari kemampuan pengetahuannya, keterampilannya, etitutnya,” tegas dia.Baca juga: Alasan Pigai Tetapkan Gus Dur dan Marsinah Jadi Nama Gedung-Ruangan di Kementerian HAM Sebelumnya diberitakan, siswa SMPN di Tangerang Selatan berinisial MH (13) diduga menjadi korban bullying oleh teman sekelasnya.Ibu korban, Y (37), mengatakan dugaan perundungan terhadap anaknya bukan kali pertama terjadi.Sang anak mengalami kekerasan sejak masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).“Awal dari MPLS udah kena juga dia, ditabokin sampai tiga kali," ujar Y saat ditemui Kompas.com di Serpong, Tangerang Selatan, Senin .Sejak masa itu, sang anak diduga mengalami intimidasi, salah satunya adalah pemukulan.
(prf/ega)
Natalius Pigai: Instansi Pemerintah dan Swasta Tak Serius Tangani Bullying
2026-01-12 04:51:07
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:09
| 2026-01-12 03:31
| 2026-01-12 02:58
| 2026-01-12 02:47










































