Ditabrak Kapal Tongkang di Sungai Mahakam, Nelayan Selamat usai Melompat ke Air

2026-01-14 04:09:44
Ditabrak Kapal Tongkang di Sungai Mahakam, Nelayan Selamat usai Melompat ke Air
SAMARINDA, — Sebuah kapal nelayan dilaporkan terlibat insiden tabrakan dengan kapal tugboat yang menarik tongkang di Perairan Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Teluk Lerong, Samarinda. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu sekitar pukul 15.00 WITA.Kapolairud Polresta Samarinda, Kompol Rachmat Aribowo, menjelaskan insiden itu awalnya dilaporkan masyarakat pada Sabtu .Dari hasil pemeriksaan, tugboat Serasi 14 yang menarik tongkang BG Serasi 15 saat itu hendak melakukan manuver pengolongan.Namun, di jalur yang sama terdapat sebuah kapal klotok milik nelayan yang sedang mengalami trouble engine atau kendala mesin.Baca juga: Lima Hari Pencarian, Korban Terakhir Tabrakan Kapal Tongkang di Muna Ditemukan MengapungSituasi tersebut membuat tabrakan tak terhindarkan.“Ada kapal tugboat tongkang yang menabrak kapal ikan di perairan Sungai Mahakam. Kapal kecil itu mengalami masalah mesin, sehingga insiden tidak terelakkan,” ujar Kompol Rachmat Aribowo, Selasa .Meski tabrakan terjadi, Kompol Rachmat memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.Satu orang nelayan sempat melompat ke sungai untuk menghindari benturan, namun berhasil selamat dan dalam kondisi sehat.“Korban jiwa tidak ada, hanya kerugian materiil. Kapal kecil hanya terkena gesekan dari tabrakan itu,” tambahnya.Baca juga: Kapal Nelayan Tenggelam Usai Tabrak Kapal Tongkang di Lamongan, Nakhoda dan 12 ABK SelamatPolairud juga telah melakukan pemeriksaan kepada kedua belah pihak. Hasilnya, kedua pihak sepakat berdamai dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.“Mereka sudah melakukan upaya damai,” kata Rachmat.Kapal nelayan yang terlibat dalam kejadian tersebut diketahui digunakan untuk memancing di sekitar perairan Teluk Lerong.Kompol Rachmat menegaskan pihaknya tetap mengimbau seluruh operator kapal, baik kapal besar maupun kapal nelayan tradisional, untuk menjaga kewaspadaan serta komunikasi saat beraktivitas di perairan Sungai Mahakam guna mencegah insiden serupa terulang.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#4

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-14 03:02