JAKARTA, - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya peningkatan kualitas Korps Brimob Polri di tengah perkembangan ancaman yang kian kompleks.Seruan itu ia sampaikan saat menghadiri acara syukuran Hari Ulang Tahun ke-80 Brimob di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat .Dalam arahannya, Sigit menilai bahwa Brimob sebagai pasukan elite harus terus bergerak seiring perubahan pola kejahatan yang semakin cepat dan tak lagi konvensional.Menurut dia, berbagai bentuk kejahatan berintensitas tinggi atau extraordinary crime berkembang signifikan dan menuntut kesiapan personel yang lebih adaptif.Baca juga: Kapolri Minta Brimob Perkuat Fungsi Intelijen, Ini AlasannyaUntuk itu, Sigit meminta Brimob memperluas wawasan sekaligus memperbarui standar kemampuannya, antara lain melalui studi banding ke negara-negara yang telah memiliki satuan kepolisian khusus bertaraf internasional.Langkah tersebut, kata dia, menjadi upaya strategis agar Brimob tidak hanya mampu merespons ancaman, tetapi juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang berskala besar.“Banyak juga hal-hal lain, ancaman-ancaman yang extraordinary crime yang kita harus selalu siap disesuaikan dengan perkembangan dinamika yang ada sehingga keterampilan yang harus kita miliki juga harus terus disesuaikan ya," ujar Sigit, Jumat.Baca juga: HUT Ke-80 Brimob, Kapolri Singgung Demo “Agustus Kelabu” dan “Black September”Dalam kesempatan itu, Kapolri juga menyinggung kembali rangkaian kerusuhan yang sempat terjadi di Indonesia beberapa waktu lalu.Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai “Agustus Kelabu” dan “Black September” yang menjadi evaluasi penting bagi institusi kepolisian.Sigit menyinggung kerusuhan serupa yang juga melanda sejumlah negara lain, seperti Nepal, Prancis, Peru, dan India, yang bahkan berdampak pada pergantian pemimpin di negara-negara tersebut.Baca juga: Di Hadapan Brimob, Kapolri: Penanganan Unjuk Rasa Harus Terus Dievaluasi"Beberapa waktu yang lalu terjadi kerusuhan di berbagai negara, salah satunya Indonesia, dan ini betul-betul menjadi catatan bagi kita, khususnya menjadi catatan yang kita kenal dengan nama Agustus Kelabu dan Black September," kata Kapolri.Dia juga mengapresiasi kinerja Polri, khususnya Brimob, yang dinilainya mampu menjaga stabilitas Indonesia di tengah ketegangan yang terjadi.“Alhamdulillah kerja keras dari rekan-rekan, kita bisa mengembalikan situasi keamanan dan 1.071 orang saat ini kita lakukan penegakan hukum," ujar Sigit.Baca juga: Kapolri Minta Brimob Studi Banding ke Negara Lain, Pelajari Pasukan Polisi KhususSigit menegaskan bahwa pola penanganan unjuk rasa di Indonesia harus terus diperbaiki dan dievaluasi.Sigit bilang, berbagai negara seperti Prancis, Jerman, dan Jepang memiliki pola pengamanan aksi massa yang bisa dipelajari oleh Polri.
(prf/ega)
Titah Kapolri ke Brimob: Perkuat Intelijen, Evaluasi Urus Demo
2026-01-11 22:08:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:19
| 2026-01-11 21:49
| 2026-01-11 21:45
| 2026-01-11 21:35
| 2026-01-11 20:24










































