Di Malaysia, Kutu Kasur Bisa Ungkap Siapa Pelaku Pembunuhan

2026-01-12 06:33:33
Di Malaysia, Kutu Kasur Bisa Ungkap Siapa Pelaku Pembunuhan
PENANG, - Ilmuwan di Malaysia menemukan cara unik untuk mendukung penyelidikan kriminal, yaitu memanfaatkan kutu kasur sebagai alat bantu forensik.Serangga kecil yang selama ini dikenal sebagai hama pengganggu itu ternyata mampu menyimpan jejak DNA manusia dalam darah yang mereka hisap.Temuan ini berasal dari penelitian tim ilmuwan Universiti Sains Malaysia (USM) di Penang. Mereka mendapati bahwa kutu kasur tropis dapat mempertahankan DNA manusia hingga 45 hari setelah mengisap darah.Baca juga: Mulai Tahun Depan, Malaysia Larang Anak di Bawah 16 Tahun Main SosmedPenemuan ini membuka peluang baru bagi penyidik, terutama ketika bukti biologis seperti darah atau cairan tubuh telah dibersihkan dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).“Analisis terhadap kutu kasur bisa mengungkap informasi dasar dari seseorang, seperti jenis kelamin, warna mata, rambut, dan kulit,” kata entomolog USM, Abdul Hafiz Ab Majid, kepada AFP, Selasa .Ia menyebut kutu kasur sebagai “musuh dalam selimut” yang dapat berubah fungsi menjadi “mata-mata” untuk membantu memecahkan kasus kejahatan.Bersama peneliti postdoktoral Lim Li, Hafiz telah meneliti kutu kasur tropis selama hampir lima tahun di laboratorium Fakultas Ilmu Biologi USM.Spesies yang mereka teliti adalah Cimex hemipterus, jenis kutu kasur paling umum di Malaysia dan wilayah tropis.SHUTTERSTOCK/GEORGY DZYURA Ilustrasi kutu kasur atau kutu busuk.Lewat metode analisis DNA menggunakan penanda STR (Short Tandem Repeat) dan SNP (Single Nucleotide Polymorphism), para peneliti dapat melakukan phenotypic profiling, termasuk mengidentifikasi jenis kelamin dan ciri fisik lain dari DNA darah manusia yang disedot serangga tersebut.Hasil studi itu telah dipublikasikan dua tahun lalu dalam jurnal Nature Scientific Reports, dengan judul Human profiling from STR and SNP analysis of tropical bed bug, Cimex hemipterus.Penelitian ini menjadi dokumentasi pertama yang membahas pemanfaatan kutu kasur tropis dalam forensik.Hafiz menjelaskan, kutu kasur memiliki keunggulan dibanding nyamuk atau lalat sebagai alat bantu forensik.“Tidak seperti nyamuk dan lalat, kutu kasur tidak bisa terbang. Setelah makan, tubuh mereka menjadi penuh dan geraknya terbatas,” ujar Hafiz.“Hal itu membuat mereka lebih mudah dikaitkan langsung dengan TKP karena biasanya hanya bergerak sekitar enam meter dari lokasi mereka mengisap darah,” lanjutnya.Menurut Hafiz, kutu kasur berpotensi menjadi bukti forensik ketika pelaku telah membersihkan jejak cairan tubuh, sebab serangga ini kerap bersembunyi di celah-celah yang sulit dijangkau.Baca juga: Misteri Sungai Perak Malaysia Berubah Jadi Biru, Sudah Sebulan Terjadi


(prf/ega)