David Bayu Masih Tak Menyangka NAIF Bubar Setelah 25 Tahun Bersama

2026-01-12 04:08:54
David Bayu Masih Tak Menyangka NAIF Bubar Setelah 25 Tahun Bersama
– Mantan vokalis David Bayu mengaku hingga kini masih sulit mempercayai kenyataan bahwa band NAIF harus berakhir setelah 25 tahun bersama.Dalam perbincangan di kanal YouTube Raditya Dika, Kamis , David mengenang momen-momen awal yang menjadi titik balik bubarnya band tersebut.Baca juga: Setelah 30 Tahun, David Bayu Akhirnya Ungkap Senior yang Menamparnya Saat Ospek: Ternyata Lord Suroso!David menyebut, pada Maret 2020, NAIF masih aktif manggung, bahkan sehari sebelum pandemi Covid-19 memicu pembatasan aktivitas.“Seingat saya, satu hari sebelum Covid kita masih manggung di Tebet. Besoknya langsung lockdown. Setelah itu otomatis kita enggak bisa ketemu,” ujar David.Baca juga: Momen Manis David Bayu Kali Pertama Berikan Cincin untuk Sang Istri Usai 26 Tahun MenikahSituasi pandemi membuat komunikasi antaranggota dan manajemen berpindah ke pertemuan daring.Dari situlah, menurut David, muncul pembahasan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, mulai dari persoalan manajemen hingga kondisi finansial band.Baca juga: David Bayu Ungkap Banyak Musisi Kafe yang DM Minta Izin Pakai Lagunya“Bukan dari saya idenya. Ada meeting online dari manajemen dan pemain lain, kecuali gitaris yang enggak diajak. Arahnya ke masalah permanajemenan dan finansial, sampai akhirnya muncul wacana bubar,” tuturnya.David menegaskan, pembubaran NAIF sama sekali bukan kehendaknya. Sebagai vokalis, ia justru menggantungkan penghasilan utamanya dari aktivitas manggung bersama band tersebut.Baca juga: Mantan Drummer NAIF, Franki Indrasmoro, Comeback lewat Victory Song“Siapa yang mau kehilangan pendapatan utama? NAIF itu main job saya. Enggak ada sama sekali arah mau bubar. Jadwal masih padat. Buat saya itu enggak masuk akal,” kata dia.Ketidakpercayaan itu bahkan masih membekas hingga kini. David mengaku sempat mengalami mimpi buruk selama berbulan-bulan karena sulit menerima kenyataan bahwa band yang telah dibangunnya seperempat abad harus berakhir.Baca juga: Cerita Franki Indrasmoro Setelah Hengkang dari NAIF, Jadi Pekerja Kantoran“Sampai beberapa bulan terakhir masih suka mimpi buruk. Bukan menyalahkan siapa pun, saya sudah menerima jalannya. Tapi tetap ada rasa enggak terima,” ucapnya.Ia lalu menganalogikan NAIF sebagai sebuah keluarga. Menurut David, retaknya band tersebut menjadi refleksi bahwa fondasi kepercayaan yang selama ini dianggap kuat ternyata bisa goyah oleh tekanan dari luar.Baca juga: Punya Asa Naif Bisa Reuni, Pepeng: Kalau Ingat Masa Jayanya, Punya Harapan untuk Balik“Kalau fondasi trust-nya kuat, mau digoyang dari luar juga harusnya enggak goyah. Tapi faktanya, dari luar itu akhirnya menggoyang kita semua. Dari 25 tahun bersama, kok bisa retak juga? Berarti fondasi dasarnya memang sudah tidak solid,” pungkas David.NAIF adalah band pop asal Indonesia yang dikenal dengan gaya musik retro, lirik jenaka, dan citra khas era 1960–1970-an.NAIF menjadi salah satu band paling ikonik di industri musik Tanah Air, terutama pada akhir 1990-an hingga 2000-an.


(prf/ega)