JAKARTA, - Nilai transaksi aset kripto di Indonesia kembali menunjukkan dinamika yang menarik.Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sepanjang Januari-Oktober 2025, total nilai transaksi kripto mencapai Rp 409,56 triliun.Meski masih besar, capaian tersebut turun 13,77 persen dibanding periode yang sama pada 2024, yang mencatat sekitar Rp 475 triliun.Di sisi lain, jumlah investor justru terus bertambah. Per September 2025, pengguna kripto di Indonesia mencapai 18,61 juta orang, tumbuh 3,05 persen dalam satu bulan. Secara rata-rata, pertumbuhan investor tercatat konsisten di atas 3 persen setiap bulan.Baca juga: Awas! Bitcoin Sentuh Level Terendah 7 Bulan, Peluang Rebound atau Jatuh Lebih Dalam?CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan investor domestik tidak menarik diri dari pasar.Mereka cenderung menahan penempatan dana baru sambil menunggu kejelasan arah pasar global.Dengan demikian, pasar kripto Indonesia dinilai tetap resilien meski berada dalam tekanan eksternal.Menurutnya, pola penurunan volume transaksi di Indonesia tidak terlepas dari kondisi global yang tengah bergejolak.“Volatilitas yang terjadi di pasar global memang mempengaruhi aktivitas perdagangan di Indonesia. Namun menariknya, meskipun nilai transaksi turun, jumlah pengguna kripto di Indonesia terus meningkat,” ujar Calvin dalam keterangan pers, Jumat .Peningkatan jumlah investor merupakan sinyal bahwa minat masyarakat terhadap aset digital masih kuat. “Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat tetap terjaga, bahkan ketika pasar sedang cooling down,” paparnya.Calvin memproyeksikan pasar kripto hingga akhir 2025 akan berada dalam fase konsolidasi, sejalan dengan sikap wait and see investor global.Berbagai faktor makro, seperti kebijakan suku bunga The Fed, stabilitas geopolitik, aliran likuiditas, serta pergerakan modal institusional, menjadi faktor penentu arah pasar pada beberapa kuartal mendatang.“Saat ini kita belum melihat konfirmasi bahwa pasar memasuki fase bearish struktural. Banyak indikator on-chain, adopsi pengguna, dan aktivitas pengembang masih stabil. Kondisinya lebih menggambarkan pendinginan pasar daripada pembalikan tren besar,” beber Calvin.Di tengah ketidakpastian, pemerintah dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas melalui regulasi perpajakan, rencana bursa aset kripto tambahan, serta edukasi publik.Upaya ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekosistem aset digital di Tanah Air.
(prf/ega)
Nilai Transaksi Kripto RI Sentuh Rp 409,56 Triliun, Investor Tembus 18,61 Juta Orang
2026-01-12 05:32:19
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:22
| 2026-01-12 04:20
| 2026-01-12 04:19
| 2026-01-12 04:15
| 2026-01-12 03:23










































