Tidak Ada Kasus Keracunan, SPPG Kalteng Tutup Sementara untuk Perbaikan

2026-01-12 06:02:51
Tidak Ada Kasus Keracunan, SPPG Kalteng Tutup Sementara untuk Perbaikan
PALANGKA RAYA, - Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menghentikan penyaluran makanan sementara waktu karena membutuhkan renovasi pada bangunan dapur umum.Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan proses renovasi akan segera rampung sehingga distribusi MBG bisa kembali berjalan normal.Koordinator Regional BGN Kalteng, Elisa Agustino, menyebutkan ada empat SPPG yang saat ini berhenti beroperasi: satu SPPG berada di Kabupaten Barito Selatan dan tiga lainnya di Kota Palangka Raya.“Kalau yang di Barito Selatan karena perbaikan, demikian pula dengan tiga SPPG di Palangka Raya, karena perbaikan semua,” ujar Elisa di Hotel Neo Palma, Palangka Raya, Senin .Baca juga: Ada Ulat di Menu MBG Siswa MTsN 1 Palangka Raya, BGN Selidiki PenyebabnyaIa menjelaskan bahwa penutupan SPPG dapat terjadi karena renovasi maupun insiden keracunan. Namun, hingga kini Kalteng belum pernah mengalami kasus keracunan MBG yang menyebabkan pemerintah daerah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).“Saat ini belum ada penutupan SPPG karena kasus keracunan, karena kita belum pernah menetapkan KLB,” ucapnya.Menurut Elisa, empat SPPG tersebut biasanya memproduksi 2.000–3.000 porsi makanan per hari.Jumlah produksi masing-masing SPPG berbeda-beda bergantung pada kapasitas dapur dan jumlah penerima manfaat.“Setiap SPPG kan berbeda jumlah penerima manfaatnya, ada yang sudah 3.000, ada yang masih 2.000, bahkan ada yang masih 1.000, tetapi jumlah pasti orang yang stop menerima MBG dari keempat SPPG ini saya tidak tahu rinciannya,” jelasnya.Di Palangka Raya, satu SPPG bisa melayani hingga 15 sekolah. Sementara SPPG lainnya hanya menangani 3–5 sekolah karena jumlah penerima manfaat di satu sekolah terbilang besar.“Di Palangka Raya ada tiga SPPG yang berhenti operasional karena renovasi, ada lebih dari 10 sekolah yang harus stop menerima MBG sementara karena dapurnya renovasi,” imbuh Elisa.Elisa juga menuturkan bahwa para orangtua sempat menanyakan kapan penyaluran MBG akan kembali beroperasi.Ia memastikan bahwa BGN bersama mitra swasta terus mendorong percepatan penyelesaian renovasi.“Kami dorong selesai secepatnya, karena kami juga bermitra dengan pihak swasta, kami dorong supaya dipercepat (proses renovasinya) agar anak-anak kita juga bisa segera mendapatkan makanan lagi,” kata dia.


(prf/ega)