Kisah Dua Taruna STMKG Angkatan 2023 Raih IP Tertinggi Semester 4

2026-01-12 11:46:32
Kisah Dua Taruna STMKG Angkatan 2023 Raih IP Tertinggi Semester 4
- Tinggal jauh dari orangtua, Dhanu Prakoso dan La Ode Ashamad Nusriah tak menyia-nyiakan kesempatan belajar gratis di STMKG yang dibiayai oleh negara.Dhanu dan Ashamad merupakan dua taruna sekolah kedinasan Sekolah Tinggi Meteoroolgi Klimatologi Geofisika (STMKG) angkatan 2023 Prodi Meteorologi.Mereka meraih indeks prestasi (IP) tertinggi pada semester 4 lalu yakni menempati peringkat 1 dan 2 dari total seluruh rekan-rekan seangkatan.Dhanu (20) yang berasal dari Batam, Kepulauan Riau mencatatkan IP semester 4 sebesar 3,68.Baca juga: Aturan di STMKG: Nilai Minimal, Larangan Mengulang Matkul dan Wajib Lulus Tepat WaktuSedangkan IP Ashamad sang putra Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara beda tipis yakni 3,65. Padahal, STMKG bukan tujuan awal dalam rencana pendidikan mereka.Kondisi ekonomi keluarga menyurutkan niat Dhanu untuk mengejar cita-cita aslinya selepas SMA."Sebenernya cita-cita saya itu mau jadi dokter," kata Dhanu saat ditemui Kompas.com di kampus STMKG, Tangerang, Senin .Ia mengaku dulu tak mengetahui apapun tentang sekolah kedinasan. Ketika kelas 12 SMA tempat Dhanu belajar kedatangan pihak STMKG yang melakukan sosialisasi. Dhanu kemudian mulai tertarik dengan sekolah kedinasan milik BMKG ini."Karena melihat kondisi ekonomi keluarga dan berbagai hal lah, melihat ada prospek di kedinasan ini lebih baik untuk saya mungkin ya, jadinya saya memilih ke sini," ungkap Dhanu.Kebetulan daerah domisili Dhanu tergolong sebagai daerah afirmasi dalam seleksi masuk STMKG, sehingga jumlah pendaftarnya lebih sedikit dan membuat peluang diterima lebih besar.Mempelajari meteorologi juga bukan minat Dhanu sesungguhnya."Tapi karena di sini ada sainsnya dan matematikanya juga ada. Dan saya lebih suka yang sains, apalagi matematika itu. Jadinya ya tetap aja saya nikmatin," tutur Dhanu.DOK. GALERI STMKG Ilustrasi sekolah kedinasan STMKGHal serupa juga dialami Ashamad (20). Ia sebelumnya tak terpikirkan untuk masuk sekolah kedinasan STMKG.Ashamad memang sempat mencari soal sekolah-sekolah kedinasan, tetapi ia mendapati bahwa ilmu-ilmu yang dipelajari lebih mengarah ke ilmu sosial.Sementara sebagai murid SMA jurusan IPA, ia ingin mendalami sains. Kemudian ia menanyakan lebih rinci tentang STMKG ke senior SMA yang telah lebih dulu masuk menjadi taruna.


(prf/ega)