Harmoni Toleransi di Pulo Geulis

2026-01-11 23:21:54
Harmoni Toleransi di Pulo Geulis
BOGOR, - Di tengah napas panjang Kota Bogor yang tak pernah benar-benar hening, ada sebuah pulau kecil yang berdiri seperti desahan lembut di antara kesibukan.Pulo Geulis, sebidang tanah yang dipeluk Sungai Ciliwung dari segala sisi, tampak seperti dunia lain yang tak tergesa, tak berisik, dan tak pernah kehilangan denyut lamanya.Begitu kaki melangkah masuk, kampung ini serasa merangkul dengan caranya sendiri.Rumah-rumah yang rapat seolah saling menjaga, sementara suara air Ciliwung mengalir seperti lagu tua yang diwariskan dari generasi ke generasi.Baca juga: Pulo Geulis: Pulau Kecil di Bogor yang Simpan Sejarah Panjang dan Toleransi TinggiDari luar, mungkin ia tampak seperti permukiman padat yang tak berbeda dari kampung-kampung lain.Namun, semakin masuk ke dalam lorong-lorongnya yang sempit dan bertangga, perlahan terlihat sesuatu yang hanya dimiliki Pulo Geulis yakni harmoni keyakinan yang hidup tanpa garis batas, pertanyaan, syarat.Di salah satu sudut kampung, berdiri Klenteng Pan Kho Bio, sebuah rumah ibadah yang bukan hanya milik satu umat, melainkan milik siapa saja yang datang dengan niat baik.Umat Tionghoa dan Muslim menyatu di ruang yang sama; dupa menyala, doa leluhur dipanjatkan, dan tak jauh dari situ sejadah terbentang saat waktu salat tiba.Pulo Geulis bukan sekadar kampung padat, tapi menjadi bukti kerukunan yang tak selalu perlu diproklamasikan, namun cukup dilakukan.Klenteng Pan Kho Bio berdiri tenang dengan ornamen klasik, aroma dupa tipis, dan cahaya lampu-lampu kecil yang berpendar hangat.Baca juga: Di Kampung Pulo Geulis, Warga Hidup Sejengkal dari Sungai dan KetakutanNamun ada sesuatu yang tak biasa yakni keberadaan mushola kecil di dalam kompleks klenteng itu.Kondisi itu bukan tidak mungkin menjadi sebuah pemandangan orang luar berhenti dan bertanya-tanya.Tapi tidak bagi warga sini. Bagi mereka, itu sudah bagian dari hidup.Candra, pengurus klenteng, menyambut Kompas.com dengan senyum yang sudah terbiasa menjelaskan kisah yang sama berulang kali—kisah tentang kebersamaan yang tak dibuat-buat.“Tapi kita menyediakan bagi umat muslim itu silahkan saja kalau misalnya mau melakukan ibadah sholat, sholat zuhur, sholat ashar, ya kebetulan juga setiap malam jumat kan disini ada pengajian dikemas dalam tawasulan setiap malam jumat. Kecuali bulan puasa, itu libur," ujar Candra.Baca juga: Belajar Kerukunan di Pulo Geulis


(prf/ega)