Eduwisata Kalipucung Sermarang, Surganya Permainan Tradisional

2026-01-12 07:12:55
Eduwisata Kalipucung Sermarang, Surganya Permainan Tradisional
UNGARAN, - Dua bocah saling berhadapan dengan wajah serius. Mereka hanya terpisahkan papan kayu, yang di atasnya terdapat puluhan kayu kotak berukuran kecil.Mereka dikerubuti beberapa orang dewasa, yang wajahnya tak kalah serius. Tak berapa lama, setelah anak yang saling berhadapan tersebut memindahkan kayu kecil, sorakan.Bahkan beberapa kali mereka memberi instruksi agar dua bocah tersebut bermain seperti yang diharapkan.Baca juga: Wings Air Akan Buka Rute Baru dari Bandung ke Solo, Semarang, dan SurabayaDua anak sebaya itu sedang bermain catur jawa atau yang familier disebut dam-daman. Di era teknologi saat ini, dam-daman saat ini mulai jarang dimainkan, bahkan tak banyak anak yang mengetahuinya.Namun, aneka mainan tradisional yang sarat edukasi bisa ditemui di Eduwisata Dusun Kalipucung Desa Genting Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Tak hanya bermain, pengunjung juga diajak mengasah keterampilan.Pengelola Eduwisata Kalipucung Agus Salafudin mengatakan pengunjung tidak hanya sekadar merasakan fun, tapi juga ilmu dan pengetahuan."Itulah konsep dari Desa Wisata Kalipucung, eduwisata menjadi visi utamanya. Selain keceriaan saat bermain, juga ada pengalaman baru yang dirasakan pengunjung," ujarnya saat ditemui di acara Festival Ekonomi Kreatif dan Desa Wisata Kabupaten Semarang, di Bukit Cinta Rawa Pening, Sabtu .Menurut Agus, Eduwisata Kalipucung dimulai kisaran 2013 dengan kebanyakan pengunjung dari sekolah."Mereka biasa mengambil paket live in selama tiga malam dua hari, tidur di rumah warga dan merasakan aktivitas sehari-hari di kehidupan desa," ungkapnya.Ia melanjutkan, makanan juga dihidangkan sama, meski terkadang ada tantangan seperti per porsi tidak boleh lebih dari Rp 10.000 atau tidak boleh berbahan daging. Ini menjadikan semua berpikir dan mencari solusi.Baca juga: Harga Wisata Gowes di Semarang, Dapat View Gunung hingga Kerbau MandiDikatakan Agus, pengunjung akan mendapat paket wisata yang bisa dipilih sesuai kebutuhan."Memang kebanyakan itu pelajar yang berkunjung, karena itu paket wisata yang ditawarkan juga beragam. Mereka biasa berkunjung malah bukan saat liburan, menyesuaikan waktu outing-nya," ungkapnya.Untuk kesenian ada reog dan kuda lumping serta beragam permainan tradisional. Program tanam dan panen, pengunjung bisa petik jipang, jagung manis, salak, dan sawi. Sementara bibit yang ditanam antara lain terong, daun bawang, seledri, dan cabai.Sementara keterampilan, pengunjung bisa belajar membuat aneka kerajinan berbahan janur, membuat tempe, gula aren, gula jawa, nasi jagung, kopi bubuk, jahe instan, serta belajar gamelan.Baca juga: Wisata Gowes di Semarang Ini Suguhkan Keindahan Sawah dan Gunung"Jadi permainan yang disajikan untuk pengunjung itu juga bermakna. Seperti bakiak berkelompok yang melatih kerja sama dan kekompakan, egrang untuk keberanian dan keseimbangan, serta dakon dan dam-daman melatih strategi, mengambil keputusan, dan motorik," kata Agus.


(prf/ega)