CIREBON, – Sukeni (82) duduk di tempat tidurnya.Tubuhnya yang renta serta ketidakmampuan melihat membuatnya tak dapat banyak beraktivitas.Suaranya yang lirih membuat artikulasi kalimatnya terdengar samar.Namun, kepedulian saudara, warga, dan perangkat desa menjadi cahaya penerang hidup Sukeni.Sehari-hari, Sukeni tinggal di sebuah bangunan yang jauh dari kata sempurna.Ia hidup sebatang kara: tanpa suami, anak, dan sanak saudara.Ketika Kompas.com berkunjung, pintu belakang menjadi satu-satunya akses masuk.Keranjang kasur bersama seluruh perabot rumah tangga langsung terlihat tanpa sekat.Tak ada ruang tamu atau ruang tidur yang menjadi bagian privat.Baca juga: Ketua KPK Minta Antikorupsi Tak Hanya Jadi Slogan tahunan, tetapi Diterapkan Setiap Hari"Sapa? Manjing? Mengkenen umae - Siapa? Masuk? Seperti ini rumahnya," kata Sukeni lirih saat Kompas.com bersama perangkat Desa Astapada menemuinya di RT 03 RW 02, Blok Nambo, Desa Astapada, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, pada Senin siang.Ketua RT 03, Hanisa (45), adalah salah satu orang yang sangat berperan bagi Sukeni.Ia menganggap Sukeni sebagai orang tua yang harus dijaga.Setiap pagi, setelah mengurus dua anaknya, Hanisa berjalan menuju rumah Sukeni untuk membawa makan, minum, dan membantu keperluan harian.Usai itu, Hanisa pergi kerja ke pabrik sebagai buruh rotan.Perhatian Hanisa bersama pemerintah desa dan Dinas Sosial Kabupaten Cirebon juga dilakukan lebih lanjut.Mereka pernah menawarkan Sukeni untuk tinggal di panti asuhan agar dapat lebih diperhatikan.Namun, tawaran itu ditolak Sukeni, dan ia meminta agar tetap tinggal di rumahnya.Hanisa adalah tulang punggung keluarga setelah suaminya pergi meninggalkannya.Ia merawat anaknya sendirian, sekaligus memikul amanah menjadi Kepala Rukun Tetangga (RT) bagi sekitar 600 jiwa di lingkungannya.Baginya, jabatan Ketua RT yang diembannya sejak beberapa tahun lalu adalah bentuk kepercayaan dan kepeduliannya terhadap warganya selama ini.Baginya, sikap acuh dan pembiaran terhadap warga tak mampu yang membutuhkan bantuan adalah bentuk korupsi sosial yang nyata.Korupsi bukan semata soal uang, tetapi juga hilangnya rasa peduli terhadap lingkungan.Bantuan Hanisa kepada Sukeni bukan hanya berupa makanan dan sembako.Ia memastikan Sukeni terdata dalam administrasi desa, memiliki identitas kependudukan, dan mendapatkan jaminan kesehatan.Sejak awal menjabat, ia merapikan data warga lanjut usia dan keluarga kurang mampu secara bertahap.
(prf/ega)
Dari Rumah Sukeni, Kisah Ibu RT dan Kepala Desa Perempuan di Cirebon yang Menanam Nilai Antikorupsi
2026-01-12 03:01:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:51
| 2026-01-12 01:21
| 2026-01-12 00:24










































