Bukan Sekadar Game Online Dihapus, Ini Rentetan Motif Anak 12 Tahun Bunuh Ibunya di Medan

2026-01-12 06:25:53
Bukan Sekadar Game Online Dihapus, Ini Rentetan Motif Anak 12 Tahun Bunuh Ibunya di Medan
- Tabir gelap yang menyelimuti kasus tewasnya seorang ibu rumah tangga berinisial F (42) di Kota Medan, Sumatera Utara, akhirnya terungkap. Pelakunya adalah anak kandungnya sendiri, AL, yang baru berusia 12 tahun.Polrestabes Medan membeberkan bahwa tindakan keji tersebut dipicu oleh akumulasi rasa sakit hati yang mendalam serta obsesi berbahaya dari tontonan gim dan serial animasi (anime).Berikut adalah fakta-fakta mendalam di balik tragedi berdarah yang merenggut nyawa F:Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan bahwa AL memiliki obsesi terhadap adegan pembunuhan yang ia pelajari dari media digital."Bagaimana obsesi si anak melakukan tindak pidananya? Korban melihat game murder mystery pada season kills others menggunakan pisau. Makanya korban memakai pisau," ujar Calvijn saat konferensi pers di Polrestabes Medan, Senin .Selain gim daring, AL diketahui kerap menonton serial anime yang menggambarkan aksi kekerasan dan pembunuhan menggunakan senjata tajam.Baca juga: Kasus Anak Bunuh Ibu di Medan, Psikolog Jelaskan Pengaruh Game Online ke PerilakuMeski terobsesi dengan konten kekerasan, polisi menemukan adanya pemicu psikologis yang kuat. AL diduga memendam amarah karena sering melihat ibunya melakukan kekerasan terhadap anggota keluarga lain."Anak melihat kekerasan yang dilakukan korban terhadap kakak, adik, dan ayah yang diancam menggunakan pisau," ungkap Calvijn.Kekerasan tersebut bahkan meninggalkan bekas fisik pada sang kakak.Pada 22 November 2025, kakak AL sempat mengalami lebam di lengan dan kaki akibat dipukuli korban menggunakan sapu dan tali pinggang.Puncaknya, AL merasa sakit hati yang luar biasa ketika gim daring kesayangannya dihapus oleh sang ibu.Baca juga: Anak Bunuh Ibu di Medan akibat Game Online, Ini Kata PsikologPeristiwa tragis ini terjadi pada Rabu sekitar pukul 04.00 WIB di rumah mereka. Saat itu, korban F tidur bersama AL di kasur bagian atas di lantai satu, sementara kakak AL tidur di kasur bawah. Suami korban berada di lantai dua.AL terbangun, memandangi ibunya yang tengah terlelap, lalu melepas bajunya dan mengambil pisau."Adik (AL) mengambil pisau, membuka bajunya, dan melukai korban," kata Calvijn.Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban menderita 26 luka tikam. Sang kakak yang terbangun karena tertimpa tubuh AL sempat berupaya merampas pisau hingga jarinya tersayat.


(prf/ega)