- Pascabencana alam yang melanda wilayah Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, aktivitas masyarakat di Wih Dusun Jamat nyaris lumpuh.Terputusnya akses jalan dan jembatan membuat lima desa di wilayah tersebut menyatakan kondisi darurat yang mereka sebut sebagai "lockdown".Reje atau Kepala Kampung Jamat, Yusradi, mengatakan seluruh kegiatan masyarakat, terutama di sektor pertanian dan perkebunan, terhenti total akibat terisolasinya wilayah tersebut.Baca juga: Teupin Mane Bisa Dilalui, Aceh Tengah dan Bener Meriah Masih Terisolasi"Saat ini, status kami lockdown, ekonomi tidak bergerak, disebabkan terputusnya akses jalan dan jembatan menuju lima desa di Kemukiman Wih Dusun Jamat," kata Yusradi kepada Kompas.com, Rabu .Lima desa yang terdampak meliputi Kampung Jamat, Reje Payung, Delung Sekinel, Linge, dan Kute Reje.Menurut Yusradi, warga tidak lagi dapat mengelola lahan pertanian dan persawahan yang selama ini menjadi sumber utama penghidupan.Baca juga: Aceh Tengah Padam Lampu Total, Warga Numpang Ngecas ke Mobil Kopi"Sekitar 80 persen warga di Kemukiman Wih Dusun Jamat memiliki sawah dan perkebunan seperti kemiri, kapulaga, kopi robusta dan sebagian kecil durian," sebut Yusradi.Selain tekanan ekonomi, warga juga masih diliputi trauma pascabencana.Setiap hujan turun, sebagian warga memilih kembali ke posko pengungsian dengan membawa bekal seadanya."Masih banyak warga yang trauma setelah bencana terjadi," ujar Yusradi.Ia juga mengkhawatirkan masa depan ekonomi masyarakat, terlebih karena kerusakan parah pada infrastruktur pendukung pertanian, termasuk parit irigasi yang rusak total."Jadi, hari ini saja akses bantuan cukup sulit menuju permukiman kami. Kami harus menjemput ke kecamatan yang jaraknya sekitar 80 kilometer dari Wih Dusun Jamat," ucap Yusradi, yang turut dibenarkan oleh Sukrimin, warga Kampung Reje Payung, dan Adong, Sekretaris Kampung Linge.Akses terberat menuju Permukiman Wih Dusun Jamat, lanjut Yusradi, berada di jalur Kala Ili.Jembatan di jalur tersebut rusak sehingga warga terpaksa menyeberangi sungai menggunakan rakit darurat berbahan drum atau yang dikenal warga setempat sebagai getek."Ini mempertaruhkan nyawa karena kami harus melintas sungai deras dengan kondisi darurat," tuturnya."Jadi, warga yang keluar kampung itu yang punya urusan penting. Yang lain tinggal, tanpa bisa berbuat apa-apa, yang bisa hanya mengharapkan bantuan dari berbagai pihak," tutur Yusradi.
(prf/ega)
Akses Terputus Pascabencana, Lima Desa di Aceh Tengah Terisolasi dan Ekonomi Lumpuh
2026-01-12 06:12:22
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:54
| 2026-01-12 06:18
| 2026-01-12 05:49
| 2026-01-12 05:34
| 2026-01-12 04:46










































