IEU-CEPA Diharapkan Perkuat Daya Saing dan Perdagangan RI-Eropa

2026-01-12 06:29:53
IEU-CEPA Diharapkan Perkuat Daya Saing dan Perdagangan  RI-Eropa
JAKARTA, - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyatakan implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) bisa memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa.Hal itu pun sebagai langkah strategis untuk meningkatkan perdagangan, investasi, serta daya saing berkelanjutan di tengah dinamika global yang berubah cepat.Menurut Roro, di tengah meningkatnya proteksionisme global, kemitraan strategis seperti IEU-CEPA menjadi instrumen penting untuk memastikan keterbukaan perdagangan tetap terjaga.Baca juga: Bidik Pasar Korea Selatan, Kemendag Minta UMKM RI Manfaatkan IK-CEPAMelalui perjanjian ini, Indonesia dan Uni Eropa berkomitmen menghapus lebih dari 98 persen tarif barang, memperluas akses pasar, dan menciptakan kepastian berusaha bagi pelaku ekonomi di kedua belah pihak."Jika kita ingin memperkuat perdagangan dan daya saing, kita harus menghadapi proteksionisme dengan kolaborasi yang lebih dalam. IEU-CEPA adalah bukti nyata bahwa kerja sama dapat membangun kepercayaan, menciptakan kepastian usaha, dan memastikan tidak ada pihak yang dirugikan,” ujar Roro Esti dalam keterangannya, Sabtu .Menurutnya, Indonesia dan Uni Eropa masih memiliki potensi yang dapat dimaksimalkan.Kementerian Perdagangan mencatat, total perdagangan Indonesia-Uni Eropa mencapai 30,4 miliar dollar AS pada 2024 dengan tingkat tren kenaikan 6,2 persen.Uni Eropa juga tercatat sebagai sumber investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) terbesar ke-6 bagi Indonesia dengan total investasi mencapai 3,5 miliar dollar AS.Lebih lanjut, Roro menekankan bahwa IEU-CEPA bukan sekadar perjanjian perdagangan, tetapi juga bentuk kemitraan strategis yang berlandaskan nilai bersama yakni kerja sama, keberlanjutan, dan pertumbuhan inklusif.Baca juga: WTO Menangkan Indonesia dalam Sengketa Biodiesel Lawan Uni EropaPerjanjian ini menciptakan mekanisme yang transparan untuk memastikan perdagangan berjalan adil dan melindungi kepentingan semua pihak dari risiko kebijakan proteksionisme sepihak.Roro juga menyoroti pentingnya menyeimbangkan antara perdagangan dan isu perubahan iklim. Menurutnya, dunia kini menghadapi tantangan ganda seperti menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan keberlanjutan lingkungan.


(prf/ega)