Pelaku Ledakan SMAN 72 Ikut Grup Pengagum Kekerasan Internasional

2026-01-12 13:49:49
Pelaku Ledakan SMAN 72 Ikut Grup Pengagum Kekerasan Internasional
JAKARTA, – Pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta pada Jumat , yang berstatus anak berkonflik dengan hukum (ABH), diketahui tergabung dalam grup pengagum kekerasan internasional.Kasubdit Kontra Naratif Direktorat Pencegahan Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana mengatakan, pelaku disebut meniru aksi kekerasan dari komunitas internasional yang digemari secara daring.“Nah, motivasi yang lain ketika beberapa pelaku itu melakukan tindakan kekerasan lalu meng-upload ke media tersebut, ya, maka komunitas tersebut mengapresiasi sebagai sesuatu yang heroik,” kata Eka dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa .Baca juga: Polisi Pastikan Hak Anak Terjaga dalam Penyidikan Ledakan SMAN 72Eka menjelaskan bahwa pihaknya telah memeriksa daftar pantauan jaringan teror global, regional, maupun domestik, dan tidak menemukan aktivitas teror yang dilakukan oleh pelaku.Dengan demikian, analisis dari Densus 88 menunjukkan aksi pelaku termasuk tindak kriminal umum, bukan terorisme."Di dalam analisa Densus 88, kejadian ini belum termasuk tindak pidana terorisme. Jadi, tidak ada kaitan dengan jaringan apapun," ujar Eka.Sementara itu, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menekankan kondisi psikologis pelaku yang merasa tidak memiliki tempat untuk berbagi perasaan, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitarnya.“Dia merasa tidak ada yang menjadi tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya baik itu di lingkungan keluarga, kemudian di lingkungannya itu sendiri maupun di lingkungan sekolah,” kata Iman.Baca juga: Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Merasa Kesepian dan Tak Punya Tempat CurhatSebelumnya, ledakan terjadi di masjid SMAN 72 Jakarta pada Jumat sekitar pukul 12.15 WIB, tepat saat pelaksanaan salat Jumat.Masjid tersebut berada di dalam kompleks Kodamar TNI Angkatan Laut, Kelapa Gading, Jakarta Utara.Saksi melaporkan, ledakan pertama terdengar ketika khotbah sedang berlangsung, kemudian disusul ledakan kedua dari arah berbeda.Peristiwa ini menyebabkan 96 orang mengalami luka-luka, sebagian besar adalah siswa, guru, dan warga sekitar yang sedang menunaikan ibadah.Penyelidikan awal kepolisian mengindikasikan pelaku merupakan seorang siswa aktif SMAN 72, yang sebelumnya dilaporkan mengalami perundungan.Polisi menemukan bahwa pelaku bertindak seorang diri, tanpa keterkaitan dengan jaringan teror manapun.Dari pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan dua kawah ledak di masjid, serpihan paku, potongan tas, serta rangkaian elektrik mesh dan PCB yang menunjukkan ledakan dilakukan dengan alat peledak aktif.Baca juga: Polisi Temukan Bom dan Sisa Ledakan di SMAN 72, dari Masjid ke Taman BacaBeberapa bom lain juga ditemukan di area sekolah, termasuk di taman baca dan bangunan sampah, beberapa dalam kondisi masih aktif.Seluruh korban kemudian mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit, termasuk RS Islam Cempaka Putih, RS Yarsi, RS Polri, serta fasilitas kesehatan lain di sekitar Kelapa Gading.Penyidikan masih terus dilakukan dengan melibatkan laboratorium forensik Polri dan pengumpulan keterangan dari puluhan saksi.Proses ini juga memperhatikan hak anak, baik korban maupun terduga pelaku yang masih di bawah umur, bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).


(prf/ega)