Skenario Laga Lawan Zambia Pelajaran Baru untuk Timnas U17 Indonesia

2026-02-06 23:55:52
Skenario Laga Lawan Zambia Pelajaran Baru untuk Timnas U17 Indonesia
- Timnas U17 Indonesia harus mengakui keunggulan Zambia  pada laga pembuka Grup H Piala Dunia U17 2025.Timnas U17 Indonesia kalah 1-3 meski sempat unggul lebih dulu lewat gol Zahaby Gholy di awal laga yang berlangsung di Aspire Zone pitch 7, Doha, Selasa malam WIB.Seperti diketahui laga berlangsung cepat sejak menit pertama. Timnas U17 Zambia sempat menjebol gawang Indonesia via sepakan Mapalo Simute.Namun, gol tersebut dianulir lewat tinjauan video. Mapalo Simute dinyatakan offside sebelum melakukan penyelesaian.Baca juga: Blunder dan Disiplin Jadi Sorotan, Gita Suwondo Peringatkan Kesalahan Sama Tak Boleh Terulang Lawan BrasilIndonesia justru mampu memimpin lebih dulu lewat aksi Zahaby Gholy pada menit ke-12 setelah memanfaatkan bola muntah hasil crossing Evandra Florasta.Namun, Zambia bangkit dan mencetak tiga gol balasan melalui Abel Nyirongo (35', 37') serta Lukonde Mwale (41') sebelum babak pertama berakhir.Meski di babak kedua timnas U17 Indonesia bermain lebih menekan dan sempat mendapatkan peluang dari Mierza Firjatullah serta Rafi Rasyiq, hasil akhir tetap 1-3 untuk keunggulan Zambia.Pengamat sepak bola nasional Rizal Pahlevi menilai kekalahan dari Zambia harus menjadi pelajaran berharga bagi tim asuhan Nova Arianto.Ia menyoroti efektivitas permainan lawan yang mampu memaksimalkan kecepatan pemain sayapnya.Baca juga: Mathew Baker: Brasil Belum Tentu Lebih Baik dari Timnas U17 Indonesia“Zambia mempunyai kualitas permainan yang sangat baik walaupun dari segi variasi permainan tidak terlalu dominan, tapi mereka punya game plan yang sangat efektif,” ujar pengamat yang biasa disapa Rizal kepada Kompas.com.“Bagaimana mereka kerap kali memaksimalkan kecepatan pemain sayap dengan berulang kali mengirimkan bola ke belakang garis pertahanan kita.""Mereka punya speed dan bisa memanfaatkannya, entah dengan umpan ke tiang jauh atau cut back,” imbuhnya.Menurutnya, Timnas U17 Zambia juga berhasil membuat Indonesia kesulitan menguasai bola dengan nyaman.Setiap kali Timnas U17 Indonesia melakukan build-up dari belakang, lawan kerap datang menekan. ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S Pemain Timnas U17 Indonesia Zahaby Gholy (kanan) melakukan selebrasi bersama Mierza Firjatullah usai mencetak gol ke gawang Timnas Zambia pada laga Grup H Piala Dunia U17 di Lapangan 7 Aspire Zone, Doha, Qatar, Selasa . ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/fzn/bar“Sepanjang setahun terakhir bersama Nova Arianto, timnas U17 sudah menghadapi berbagai situasi, pernah unggul lalu bertahan, pernah tertinggal duluan lalu kalah telak,” kata pengamat asal Jakarta itu.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-06 23:44