16.264 KK Korban Banjir Sumatera Pilih Terima Rp 600.000 Per Bulan Ketimbang Huntara

2026-01-11 14:26:51
16.264 KK Korban Banjir Sumatera Pilih Terima Rp 600.000 Per Bulan Ketimbang Huntara
JAKARTA, - Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 16.264 keluarga korban terdampak banjir dan longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh memilih bantuan berupa Dana Tunggu Hunian, bukan hunian sementara (huntara).Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, data tersebut sudah diusulkan pemerintah daerah masing-masing, dan kini sedang dalam tahap verifikasi Kemendagri."Saat ini, selain pendataan calon penerima hunian sementara, ada saudara-saudara kita di setiap kabupaten/kota yang memilih kemudian tidak di huntara, tetapi menerima Dana Tunggu Hunian. Ini namanya diusulkan oleh pemerintah daerah melalui SK," ujar Abdul dalam jumpa pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin .Baca juga: Percepat Pemulihan Aceh Tamiang, Bangunan Modular Huntara Didirikan"Saat ini yang sudah kita terima itu sudah 16.264 KK nama yang sudah by name, by address. Jadi bupati, wali kota menyampaikan ini adalah data yang kemudian kita validasi, kita verifikasi dengan data Dukcapil yang ada di Kemendagri," imbuh dia.Abdul menjelaskan, nantinya, masyarakat yang memilih Dana Bantuan Hunian tidak perlu lagi menunjukkan KTP dan KK, karena sudah tervalidasi.Adapun Dana Tunggu Hunian yang dicairkan adalah sebesar Rp 600.000 per bulan.Dana tersebut bakal disalurkan oleh bank himbara yang ditunjuk di masing-masing daerah.Baca juga: Warga Swadaya Beli Material, Aparat Bantu Dirikan Huntara untuk Korban Banjir di TapselPihak bank yang akan menghampiri masyarakat terdampak banjir."Dan pencairan Rp600.000 per KK, per bulan ini nantinya akan jemput bola. Jadi masyarakat tidak perlu antre di bank, nanti bank-bank Himbara yang sudah kita tunjuk itu di Sumatera Barat, BRI, BNI, Mandiri, kemudian di Sumatera Utara Mandiri, BNI, dan di Aceh itu BSI," kata Abdul.Abdul mengatakan, petugas dari bank akan langsung turun ke kecamatan-kecamatan, dengan membawa petugas administrasi lingkup paling kecil, mulai dari RT, RW, lurah, dan desa.Sehingga, kata dia, proses ini bisa dipercepat, mengingat BNPB sudah memiliki data penduduknya.Baca juga: 7 BUMN Karya Kompak Bangun 600 Huntara Korban Bencana di Aceh Tamiang"Bapak/ibu kalau ngambil KTP itu ada data biometrik, data foto, sidik jari sudah ada. Saat ini posisi rekening sudah dibuka, yang 16.264 itu sudah dibuka di bank Himbara," kata Abdul."Mulai besok hingga Jumat itu pihak bank bersama pemerintah kecamatan, desa, ini mulai akan turun supaya saudara-saudara kita yang memilih untuk tinggal di tempat keluarga atau ngontrak dan seterusnya, ini sudah bisa mendapatkan hak-haknya," ujar dia.


(prf/ega)