VinFast Bicara Peluang Pasarkan Mobil PHEV di Indonesia

2026-01-13 07:25:36
VinFast Bicara Peluang Pasarkan Mobil PHEV di Indonesia
JAKARTA, - VinFast Indonesia masih fokus memasarkan dan membangun ekosistem mobil listrik. Pabrikan asal Vietnam ini tidak gentar dengan kehadiran plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang berpotensi menggerus pasar mobil listrik.CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto, mengatakan, pihaknya sangat optimistis bahwa mobil listrik akan terus berkembang menjadi bagian utama transisi dari mobilitas hijau. Optimisme ini didasari oleh tren pasar yang menunjukkan minat konsumen kian meningkat terhadap kendaraan berbasis listrik murni.Baca juga: Optimisme VinFast: Pasar Mobil Listrik Naik Pesat di 2026"Karena hal itu ditunjang dengan semakin baiknya infrastruktur yang ada dan juga dukungan dari pemerintah yang terus istilahnya konsisten untuk mendukung transisi ke moda atau mobil hijau," ujar Kariyanto, kepada wartawan, saat ditemui di VCreator Summit 2025, di Bali, Sabtu .Foto: /Ruly VinFast resmikan pabrik di Subang, Jawa Barat.Menurut Kariyanto, pembangunan infrastruktur seperti stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) menjadi faktor krusial yang mempercepat adopsi mobil listrik. Semakin luas dan mudah diakses, maka tingkat kepercayaan konsumen untuk beralih dari kendaraan konvensional pun akan meningkat.Dengan maraknya kehadiran teknologi lain, seperti PHEV, VinFast menilai dinamika pasar tersebut sebagai hal yang wajar. Kariyanto menambahkan, pihaknya tidak khawatir dengan berkembangnya PHEV yang banyak dipasarkan oleh pabrikan China akan menggerus pasar mobil listrik. Menurutnya, masing-masing ada segmennya dan ada penggemarnya.Baca juga: Impresi Awal Coba VinFast VF 7, Kabin Lapang"Saat ini, fokus kami tetap masih BEV. Tapi, tentu tidak istilahnya menutup mata terhadap potensi market yang ada," kata Kariyanto.Foto: /Ruly VinFast resmikan pabrik di Subang, Jawa Barat.Dia menegaskan, strategi VinFast dalam jangka menengah tetap berorientasi pada penguatan kendaraan listrik berbasis baterai. Hal ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam membangun ekosistem yang mendukung, mulai dari produk, layanan, hingga infrastruktur penunjang."Tetapi, untuk 2026 fokus kami masih sepenuhnya di BEV. Konsumen tentu memiliki pilihan, tetapi kami yakin dengan ekosistem yang kami ciptakan. VinFast diharapkan memiliki tempat tersendiri untuk penggemar mobil listrik di Indonesia,"ujarnya.


(prf/ega)