JAKARTA, - Antrean penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan masih akan panjang hingga 2026.Sejumlah perusahaan besar, termasuk anak usaha konglomerasi nasional dan entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN), disebut-sebut tengah mempersiapkan diri untuk melantai di bursa pada tahun depan.Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengonfirmasi bahwa animo perusahaan untuk mencatatkan saham di pasar modal masih terjaga dan diperkirakan berlanjut hingga awal 2026.Baca juga: IPO Superbank (SUPA) Cetak Rekor, Oversubscribed 318,69 Kali dan Lebih dari 1 Juta OrderHingga 5 Desember 2025, BEI telah mencatat 24 perusahaan yang sukses melaksanakan IPO dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp 15,21 triliun.Selain itu, ia menyebut sekitar 13 perusahaan yang masuk dalam pipeline pencatatan saham."Hingga saat ini, terdapat 13 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," ujar Nyoman lewat keterangan pers, Jumat .Dari 13 perusahaan tersebut, delapan perusahaan memiliki skala aset besar dengan nilai di atas Rp 250 miliar, tiga perusahaan berada pada kategori aset menengah dengan nilai Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar, serta dua perusahaan tergolong berskala aset kecil di bawah Rp 50 miliar.Berdasarkan sektor usaha, dari delapan perusahaan berskala aset besar tersebut, terdapat emiten dari sektor bahan baku, barang konsumsi non-primer, dan energi.Selain itu, pipeline IPO juga diisi oleh perusahaan dari sektor keuangan, teknologi, serta transportasi dan logistik.Seiring dengan pernyataan resmi pihak BEI, rumor yang beredar di pasar menyebutkan setidaknya 12 perusahaan besar berpotensi melakukan IPO pada 2026.Daftar ini didominasi oleh anak perusahaan konglomerasi besar, serta entitas BUMN yang tengah mematangkan persiapan, dengan status mulai dari tahap pra-efektif hingga persiapan awal.Beberapa nama yang santer dikabarkan akan melantai di pasar modal di tahun depan antara lain PT Anugrah Neo Energy Materials (Neo Energy), PT Titan Infra Sejahtera (TIS), Bank Jakarta, Griya Idola, NTAM (Intam Group), serta anak usaha PT Raja Gas Energi Tbk (RAJA) yang mencakup Triguna Internusa Pratama, Petrotech Penta Nusa, dan Heksa Energi Mitraniaga.Kemudian, terdapat pula nama Orang Tua Group, Blu BCA, Medco Power, Summarecon Investment Property, Pertamina Hulu Energi (PHE), dan Inalum.Lantas, seperti apa proyeksi ke-12 perusahaan tersebut?Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menilai masing-masing calon emiten memiliki cerita bisnis dan potensi yang berbeda-beda, sehingga menarik untuk dicermati oleh investor.
(prf/ega)
12 Perusahaan Berpotensi IPO di 2026, Begini Proyeksinya
2026-01-12 04:14:35
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:40
| 2026-01-12 04:22
| 2026-01-12 03:15
| 2026-01-12 03:15










































