Anggota DPR ke BMKG: Sistem Peringatan Dini Harus Menjadi Prioritas

2026-01-12 05:04:28
Anggota DPR ke BMKG: Sistem Peringatan Dini Harus Menjadi Prioritas
JAKARTA, - Anggota Komisi V DPR Abdul Hadi mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus meningkatkan sistem peringatan dini yang bisa menjangkau seluruh daerah di Indonesia.Hal tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi V bersama Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Selasa ."Sistem peringatan dini yang cepat dan merata harus menjadi prioritas utama. Masyarakat di daerah rawan bencana membutuhkan akses informasi yang real-time dan mudah dipahami," ujar Hadi dalam RDP.Baca juga: Anggota DPR Keluhkan BMKG Lambat Informasikan Cuaca EkstremBMKG, kata Hadi, juga perlu memperkuat stasiun pengamatan, memperbarui alat ukur, dan memperluas jaringan komunikasi di daerah terpencil.Menurutnyam penguatan tersebut sebagai bagian dari peningkatan kapasitas observasi serta layanan publik di bidang cuaca, iklim, dan geofisika"Kolaborasi adalah kunci. BMKG tidak bisa bekerja sendiri. Dengan dukungan berbagai pihak, data dan analisis BMKG bisa menjadi fondasi kebijakan publik yang lebih akurat dan berbasis sains," ujar Hadi.Baca juga: BMKG Pastikan Informasi Cuaca dan Gempa Tersampaikan Cepat dan AkuratBMKG di bawah kepemimpinan Teuku Faisal Fathani diharapkan dapat membawa inovasi, digitalisasi, dan pelayanan publik yang lebih responsif kepada masyarakat."Sekaligus membawa BMKG ke arah yang lebih maju. BMKG harus semakin modern, terbuka, dan mampu memberikan dampak nyata bagi keselamatan serta kesejahteraan rakyat Indonesia," ujar Hadi.Dalam RDP tersebut, BMKG berkomitmen menyampaikan informasi cuaca, iklim, hingga gempa bumi secara cepat dan akurat."Kami berkomitmen untuk menghadirkan informasi cuaca, iklim, dan gempa bumi yang cepat, akurat, serta mudah dipahami. Dengan dukungan semua pihak, kami yakin BMKG dapat berkontribusi lebih besar dalam membangun bangsa yang tangguh menghadapi bencana," ujar Faisal.Baca juga: Waspada! BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Jakarta hingga Februari 2026 Dalam pemaparannya, Faisal menyampaikan bahwa BMKG terus meningkatkan akurasi informasi prakiraan cuaca dan iklim.Menurutnya, keakuratan akurasi informasi tersebut berdampak langsung pada peningkatan kepercayaan publik dan efisiensi sektor ekonomi yang bergantung pada data cuaca, seperti pertanian, perikanan, dan transportasi.Ia mengungkap, akurasi informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang disampaikan BMKG telah mencapai 102,9 persen dari target indikator kinerja nasional."Capaian ini menunjukkan keandalan sistem pengamatan dan peningkatan kapasitas analisis di seluruh satuan kerja BMKG," ujar Faisal.


(prf/ega)