- Ancaman epidemi kembali mengemuka seiring meningkatnya penyebaran Superflu.Tingginya alur penularan membuat virus influenza tipe A H3N2 subclade K ini berpotensi meluas apabila dibiarkan tanpa pencegahan.Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K) menjelaskan virus ini evolusinya tinggi.Artinya, penyakit yang sering disebut Superflu tersebut mudah menular, bermutasi, dan berpotensi menimbulkan epidemi."Dia berpotensi menimbulkan kasus influenza massal yang bisa menyebabkan banyak orang sakit dan harus dirawat di rumah sakit," ucapnya dalam Media Briefing IDAI bertajuk Mengenali dan Mewaspadai Superflu via Zoom Meetings, Senin ."Dia dikatakan evolusinya tinggi. Artinya, mudah menular, mungkin mudah bermutasi, dan berpotensi menimbulkan epidemi," beber Nastiti.Baca juga: Apa Itu Superflu dan Perlukah Kita Waspada? Ini Penjelasan IDAIKeadaan tersebut dikhawatirkan bisa menimbulkan gelombang pasien.Sehingga meningkatkan permintaan kebutuhan perawatan rumah sakit, alat kesehatan, hingga obat-obatan."Terutama di negara-negara dengan musim dingin yang berat atau lama," lanjutnya.Di Amerika dan bumi belahan utara, sudah ditemui 200 kasus influenza lewat metode genome sequencing dari Oktober hingga saat ini. "Ketika dilakukan genome sequencing atau saat kita lihat mana varian dari virus itu, ternyata banyak ya subclade K," bebernya.Temuan tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa subclade K bakal menjadi varian dominan penyebab flu musiman atau seasonal influenza pada periode tahun 2025."Sehingga mereka (otoritas kesehatan negara-negara tersebut) mengatakan, apakah ini merupakan superflu yang nanti menjadi mayoritas penyebab flu di seasonal ini. Padahal kalau kita lihat dia merupakan bagian dari H3N2," jelas Nastiti.Baca juga: Antisipasi Penyebaran Superflu di Indonesia, Begini Cara MencegahnyaTak sedikit masyarakat Indonesia yang masih mengabaikan influenza, dengan menganggapnya sekadar selesma atau common cold yang ringan dan tidak berbahaya.Nyatanya, pandangan flu tidak berbahaya dan tidak mematikan itu salah.
(prf/ega)
IDAI Peringatkan Jangan Remehkan Superflu, Berpotensi Jadi Epidemi
2026-01-12 06:22:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:14
| 2026-01-12 05:07
| 2026-01-12 04:50
| 2026-01-12 04:44










































