KENDARI, - Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menekankan bahwa PSI tidak didedikasikan untuk keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).Ali memastikan bahwa Kaesang Pangarep menjadi Ketua Umum PSI hanyalah kebetulan.Dia mengeklaim, PSI tidak akan dilestarikan untuk keluarga Jokowi.Hal tersebut disampaikan Ali saat memberi arahan dalam Rakorwil PSI Se-Sultra di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat .Baca juga: Ahmad Ali Perintahkan PSI Berperang demi Bela Kehormatan Jokowi"Partai ini, kami, atau Pak Jokowi tidak akan dedikasikan untuk kepentingan keluarga, hanya karena kebetulan Kongres mengamanati Kaesang sebagai Ketua Umum, yang kebetulan adalah putra beliau. Tapi, selamanya ke depan tidak akan dilestarikan untuk keluarga beliau," ujar Ali.Ali mengatakan, untuk memutus mata rantai tersebut, PSI ke depan harus dimiliki oleh anggotanya sendiri.Maka dari itulah PSI kemudian dijadikan sebagai Partai Super Tbk."Bisa jadi Pak Raji'un (Ketua DPW PSI Sultra) menjadi Ketua Umum, tapi kayaknya umurnya sudah lewat," ucap dia, disambut tawa kader.Ali menyampaikan bahwa ke depan, setelah PSI mapan, partai tersebut akan menjadi harapan anak-anak muda Indonesia.Ali kembali menegaskan perihal alasan Jokowi dijadikan patron bagi PSI.Baca juga: Mau Menang Pemilu 2029, PSI: Kita Habisi Siapapun Partai yang Menghalangi"Tidak semata-mata karena dia adalah presiden. Kalau presiden itu anaknya mantan presiden, biasa saja. Kalau gubernur itu atau bupati itu anaknya mantan gubernur, biasa saja. Tapi, Pak Jokowi ini harus menjadi patron bagi PSI, bagi anak-anak Indonesia. Karena kenapa? Beliau dari kampung, dari desa sama dengan kita yang ada di sini," papar Ali."Bukan anaknya siapa-siapa, ayahnya, neneknya Kaesang, kakeknya Kaesang, bukan darah biru di dunia politik. Bukan orang kaya, tukang kayu, tapi dia bisa membuktikan, beliau bisa membuktikan bahwa ketika rakyat memberi kepercayaan," sambung dia.
(prf/ega)
Ahmad Ali: PSI Bukan untuk Kepentingan Keluarga Jokowi, Kebetulan Kaesang Jadi Ketum
2026-01-12 02:20:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:33
| 2026-01-12 01:10
| 2026-01-12 00:46










































