BOGOR, - Polda Jawa Barat memastikan akan menindak praktik joki jalur alternatif alias jalur tikus di kawasan wisata Puncak Bogor selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).Penindakan ini dilakukan karena keberadaan joki dinilai turut memicu kemacetan dengan mengarahkan kendaraan ke jalur tikus yang tidak semestinya digunakan wisatawan.Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan, mengatakan telah menerima penjelasan strategi pengamanan dari Kapolres Bogor untuk kawasan Puncak, terutama menghadapi prediksi 2,8 juta wisatawan yang akan masuk ke wilayah tersebut.Ia menegaskan bahwa petugas juga akan menerapkan sistem buka tutup atau one way apabila arus kendaraan di kawasan wisata Puncak membeludak.Baca juga: Kakorlantas Polri Pastikan Jalur Puncak Siap Hadapi Libur Natal dan Tahun BaruMenurut dia, salah satu persoalan utama di Puncak adalah joki yang kerap menawarkan jasa pemandu kendaraan menuju jalur alternatif.Aktivitas ini membuat arus lalu lintas tersendat di titik-titik perkampungan dan jalur kecil hingga menimbulkan kemacetan di jalan raya."Tentu ketika sudah penuh, kami akan lakukan one way. Kemudian ada lagi yang menjadi concern saya di sana adalah joki. Masalah joki-joki yang mengantar para pengemudi masuk ke jalur alternatif, masuk ke dalam, dan akhirnya crowded (macet)," tuturnya, Kamis ."Ini akan kami tutup. Kami akan kendalikan praktik joki ini,” tegas Rudi menambahkan.Sebagai bagian dari penataan, polisi bahkan akan merekrut para joki tersebut untuk menjadi relawan resmi pengatur lalu lintas.Baca juga: Kakorlantas Prediksi 2,9 Juta Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Saat Libur Natal dan Tahun Baru"Mereka akan kami rekrut. Kami berikan tanda, kami berikan seragam. Jadi, nanti mereka membantu mengarahkan,” ujarnya.Selain itu, sejumlah jalur persimpangan (crossing) yang biasa dimanfaatkan joki untuk mengalihkan kendaraan akan ditutup total agar tidak lagi dipakai wisatawan yang mencari jalan pintas.Rudi menyampaikan bahwa sekitar 600 personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan jalur Puncak, ditambah ratusan petugas dari berbagai instansi sehingga kekuatan personel diperkirakan mendekati seribu."Itu strategi yang kami akan lakukan," ucapnya.Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) memperkirakan sebanyak 2,83 juta orang akan memadati kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat pada periode liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).Kepala BKT Kemenhub Hermanta mengatakan, hal ini disebabkan kawasan Puncak masih menjadi destinasi wisata favorit bagi warga Jakarta dan sekitarnya, terutama saat libur panjang seperti Nataru."Ternyata Puncak ini masih menjadi tempat yang dominan untuk para wisatawan dan jumlahnya berkisar 2,83 juta orang. Dari wilayah aglomerasi tetap Puncak itu menjadi daerah favorit," ujar Hermanta.
(prf/ega)
Joki Jalur Tikus di Puncak Bogor Akan Ditertibkan Saat Natal dan Tahun Baru
2026-01-12 06:03:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:29
| 2026-01-12 04:55
| 2026-01-12 04:44
| 2026-01-12 04:06
| 2026-01-12 03:44










































