SOLO, – Suasana Keraton Surakarta terlihat berbeda dari hari biasa pada Sabtu .Warga memadati halaman Kori Kandungan Keraton Surakarta untuk menyaksikan prosesi Jumenengan PB XIV.Ribuan warga hadir, tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak sekolah dari jenjang SD hingga SMA turut memadati halaman Kori Kamandungan.Salah satu warga, Bambang (58), mengaku sengaja datang ke Keraton Surakarta untuk melihat penerus baru setelah wafatnya PB XIII."Saya ke sini pengin lihat raja baru Keraton Surakarta," kata Bambang, warga Jepara, Jawa Tengah, saat diwawancara Kompas.com, Sabtu.Bambang berharap dengan Jumenengan PB XIV, Keraton Surakarta tetap damai dan tidak mengalami konflik seperti sebelumnya."Semoga Keraton Surakarta baik-baik saja tidak ada konflik-konflik lagi," tambahnya.Baca juga: Jumenengan Raja Keraton Solo PB XIV, Polresta Siapkan Pengamanan KhususWarga lainnya, Tatik, juga hadir bersama suami dan anaknya dari Sragen sejak pukul 06.00 WIB untuk melihat prosesi penobatan PB XIV."Harapannya semoga lebih maju lebih sejahtera dengan raja yang baru nanti," kata Tatik.Meskipun digelar pada Sabtu , upacara Jumenengan PB XIV tetap berlangsung tanpa Tari Bedhaya Ketawang, yang biasanya menjadi bagian penting prosesi.Dalam upacara ini, Putra Mahkota KGPAA Hamengkunegoro atau Gusti Purboyo resmi dinobatkan sebagai PB XIV, menggantikan ayahnya, PB XIII, yang wafat beberapa waktu lalu.Putri tertua PB XIII, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, menjelaskan alasan peniadaan Bedhaya Ketawang.“Bedhaya Ketawang kan sebuah tarian yang memerlukan ritual khusus dan ada seremonial. Kita masih berkabung jadi tidak diadakan," ujar Timoer, Jumat .Timoer juga memaparkan tata cara prosesi penobatan PB XIV. Prosesi dimulai dari Ndalem Prabasuyasa, dilanjutkan PB XIV berjalan menuju Kamandungan, kemudian ke Siti Hinggil atau Bangsal Manguntur Takil.Di Bangsal Manguntur Takil, PB XIV akan bersabda atau mengucapkan sumpah sebagai penerus PB XIII.Setelah itu, digelar kirab ageng menggunakan kereta Garuda Kencana. Rute kirab mencakup: Sasana Sumewa – Alun-alun Lor – Gladag – Telkom – Loji Wetan – Perempatan Baturana – Perempatan Gemblegan – Kusumasari (Nonongan) – Gladag – Alun-alun Lor – Pagelaran.
(prf/ega)
Jumenengan Raja Keraton Solo PB XIV, Warga: Semoga Keraton Surakarta Baik-baik Saja
2026-01-11 22:26:10
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:23
| 2026-01-11 21:54
| 2026-01-11 21:41
| 2026-01-11 21:05










































