Perkuat Diplomasi RI-Rusia, Menbud Resmikan 'The Bust of Leo Tolstoy'

2026-02-03 07:26:46
Perkuat Diplomasi RI-Rusia, Menbud Resmikan 'The Bust of Leo Tolstoy'
Menteri Kebudayaan RI (Menbud), Fadli Zon meresmikan 'The Bust of Leo Tolstoy' yang bertempat di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat. Acara tersebut meneguhkan kerja sama antara Indonesia dengan Federasi Rusia, khususnya di bidang sastra melalui karya sastrawan Rusia legendaris, Leo Tolstoy.Fadli Zon dalam sambutannya memberikan apresiasi atas inisiatif FIB UI yang telah menggelar pertemuan budaya tersebut. Menurut Fadli Zon, peresmian patung Leo Tolstoy bukan hanya sekadar gestur simbolis antara hubungan diplomatik Indonesia dan Rusia, melainkan wujud nyata pemerintah Indonesia dalam menguatkan sastra Indonesia ke panggung internasional."Acara ini menjadi kesempatan yang penting untuk menegaskan 75 tahun hubungan budaya antara Indonesia dengan Rusia. Untuk merayakan seni sastra, ke depannya kamu juga berharap dapat menyumbangkan patung Chairil Anwar untuk bisa ditempatkan di Universitas Indonesia atau tempat-tempat lain," kata Fadli Zon dalam keterangannya, Rabu (3/12/2025).Lebih jauh, Fadli Zon menjelaskan bahwa sastra merupakan salah satu bagian kuat dalam pengembangan budaya nasional. Karya-karya Leo Tolstoy, lanjut Fadli Zon, membuktikan bahwa sastra dapat membuka wawasan sekaligus sumbangan ilmu untuk menjadikan dunia lebih baik."Tentu kita sangat akrab dengan Leo Tolstoy. Karya-karya beliau sangat monumental, seperti War and Peace dan Anna Karenina. Bisa kita lihat bahwa Tolstoy ini menjadi salah satu tonggak penting di dalam sastra Rusia pada abad ke-19, bahkan salah satu puncak sastra dunia. Di samping sastra Indonesia, menurut saya, sastra Rusia adalah salah satu sastra terbaik di dunia," terangnya.Demi membangun ekosistem budaya yang berkelanjutan, Fadli Zon menegaskan bahwa penting bagi Indonesia untuk membuka peluang kerja sama budaya dengan Federasi Rusia maupun negara-negara lain. Kerja sama ini dapat dilakukan di berbagai sektor, seperti program residensi mahasiswa hingga produksi bersama film."Saya melihat hubungan antara Indonesia dengan Rusia di bidang budaya semakin erat. Semakin banyak juga mahasiswa Indonesia yang belajar ke Rusia. Mungkin ke depannya, kita bisa bersinergi dalam bidang kebudayaan, seperti warisan budaya, museum, atau melakukan co-production film," lanjut Fadli Zon.Mengakhiri sambutan, Fadli Zon menekankan bahwa budaya dapat menjadi kekuatan pengikat atau binding power dalam menguatkan perdamaian dunia."Semoga hubungan antara Rusia dan Indonesia semakin kuat. Terutama di bidang budaya, di mana ini bisa menjadi satu pengingkat, hingga membuat Indonesia-Rusia maju bersama-sama ke depan," ungkap Fadli Zon.Chair of the Federation Council Committee on Science, Education and Culture (HoD), H.E. Lilia Gumerova dalam kesempatan yang sama turut menekankan pentingnya sastra dan pendidikan dalam membangun sinergi antarnegara."Saya ingin menyampaikan bahwa Leo Tolstoy, melalui karyanya, sangat memperhatikan isu pendidikan. Rusia dan Indonesia berbagi nilai-nilai luhur yang sama, dan kita bisa semakin kuat dengan mengingat nilai-nilai tersebut," ujarnya.Adapun pembukaan 'The Bust of Leo Tolstoy' ditandai dengan pengguntingan pita oleh Fadli Zon bersama Dekan FIB UI dan perwakilan Federasi Rusia, dilanjutkan dengan pembacaan dongeng anak Rusia bertajuk 'Dongeng berjudul Si Kecil Filip pergi ke Sekolah' oleh Fadli Zon. Sejumlah kegiatan budaya juga digelar untuk memeriahkan acara, yaitu penampilan tari dan musik Rusia, serta kuliah umum 'Study of LN Tolstoy in Indonesia' yang dibawakan Guru Besar FIB UI, Prof. Mina Elfira.Sebagai informasi, turut hadir dalam acara pembukaan, di antaranya jajaran Embassy of Russia and Federation Council Committee, yakni Chair of the Federation Council Committee on Science, Education and Culture (HoD), H.E. Lilia Gumerova; Chair of the Federation Council Committee on Foreign Affairs, H.E. Grigoriy Karasin; Chair of the Federation Council Committee on the Rules of Procedure and Parliamentary Governance, ⁠H.E. Vyacheslav Timchenko; Department of International Cooperation of the Federation Council of the Russian Federation, Vladimir Morozov; Delegasi H.E. Sergey Tolchenov; Sekretaris Kedua, Ekaterina Kuznetsova; Sekretaris Ketiga, Alexander Tumaikin; Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov; Direktur ETNOMIR, Sofya; dan Director of Russian House in Indonesia, N.S. Shilikov.Lebih lanjut, turut hadir Dekan FIB Universitas Indonesia, Dr. Bondan Kanumoyoso; dan Direktur Direktorat Dana Abadi Universitas Indonesia, Alfi Sofyan. Sementara itu, hadir untuk mendampingi Menteri Kebudayaan, yakni Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya. Tonton juga video "Dapat Detikcom Awards, Fadli Zon: Kita Super Power Bidang Kebudayaan"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-03 06:48