– Sebagai wujud komitmen terhadap penerapan business continuity management systems (BCMS) yang berstandar internasional, PT Jasa Raharja (Persero) kembali menjalani Audit Surveillance ISO 22301:2019.Audit dilakukan oleh British Standards Institution (BSI) pada Senin hingga Rabu . Audit ini bertujuan memastikan efektivitas sistem keberlangsungan usaha yang diterapkan di seluruh unit kerja. Tak hanya itu, tingkat kesiapan perusahaan juga dinilai dalam menghadapi potensi gangguan terhadap operasional sehingga layanan publik kepada masyarakat tetap berjalan optimal dalam kondisi apa pun. Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Jasa Raharja, Harwan Muldidarmawan menjelaskan, penerapan BCMS yang efektif menjadi bagian penting dalam keberlanjutan perusahaan.Baca juga: Dewi Aryani Suzana: Jasa Raharja Teladani Perjuangan Pahlawan dalam Pelayanan kepada MasyarakatDalam hal ini, kegiatan keberlanjutan Jasa Raharja berlandaskan prinsip environmental, social, governance, risk management, and compliance (ESGRC), khususnya dalam mengantisipasi potensi risiko yang dapat mengganggu operasional.Selain untuk pemenuhan standar, Harwan menjelaskan, audit itu juga merupakan refleksi dari budaya kesiapsiagaan yang terus kami bangun di seluruh lini organisasi. “Dengan dukungan manajemen puncak dan tim kerja BCMS lintas divisi, kami memastikan bahwa Jasa Raharja selalu siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya dalam siaran pers, Kamis .Audit yang dilakukan selama tiga hari tersebut meliputi proses wawancara, telaah dokumen, observasi simulasi, serta verifikasi implementasi BCMS di seluruh proses bisnis kritikal perusahaan. BSI juga menilai kesiapan Jasa Raharja dalam merespons gangguan yang mungkin timbul dari aspek manusia, proses bisnis, teknologi informasi, maupun infrastruktur pendukung, dan sekaligus mengantisipasi apabila terjadi bencana alam.Baca juga: Harwan Muldidarmawan Tekankan Kepatuhan dan Integritas sebagai Pilar Kinerja Jasa Raharja di Kanwil SulselbarDOK. Humas Jasa Raharja Sebagai wujud komitmen terhadap penerapan Business Continuity Management System (BCMS) yang berstandar internasional, PT Jasa Raharja kembali menjalani Audit Surveillance ISO 22301:2019.Pelaksanaan audit dilakukan secara hibrida (onsite dan online), mencakup kantor pusat dan beberapa kantor wilayah, seperti Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah. Audit difokuskan pada tujuh aspek utama penerapan BCMS, mulai dari kebijakan dan komitmen manajemen, analisis dampak bisnis dan risiko, strategi dan rencana keberlangsungan usaha, hingga pengujian sistem, peningkatan kesadaran, serta evaluasi berkelanjutan.Hasil audit menunjukkan pencapaian sesuai dengan harapan manajemen dengan tidak adanya temuan (zero finding) dari auditor BSI. Dengan hasil tersebut, sertifikasi ISO 22301:2019 BCMS Jasa Raharja dinyatakan tetap berlaku dan diperpanjang hingga 23 Januari 2028.Harwan mengatakan, keberhasilan Jasa Raharja mempertahankan sertifikasi tersebut menegaskan perusahaan memiliki sistem keberlangsungan usaha.Baca juga: Jasa Raharja Kolaborasi dengan 2.358 Merchant, Beri Reward bagi Wajib Pajak Taat Bayar“Ini membuktikan Jasa Raharja memiliki sistem usaha yang tangguh dan terukur, serta mampu menjamin kesinambungan layanan publik bagi masyarakat di setiap situasi,” terangnya.Ia menambahkan, capaian zero finding dari BSI juga menjadi bukti atas konsistensi penerapan prinsip continuous improvement di lingkungan Jasa Raharja. Melalui tinjauan berkala, pelatihan, simulasi tanggap darurat, hingga pengujian sistem dari data center ke disaster recovery center, perusahaan terus memperkuat kapasitas dan ketahanan organisasi. Dengan perpanjangan sertifikasi ISO 22301:2019 hingga 2028 ini, Jasa Raharja mempertegas posisinya sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang memiliki ketangguhan operasional dan komitmen tinggi terhadap keberlangsungan usaha.Pencapaian itu menjadi bukti nyata bahwa perusahaan tidak hanya menjaga stabilitas internal, tetapi juga memastikan pelayanan publik kepada masyarakat tetap berjalan konsisten, andal, dan berkelanjutan.Baca juga: Perkuat Layanan, Jasa Raharja Sentralisasi Transaksi Pembayaran
(prf/ega)
Harwan Muldidarmawan Tegaskan Jasa Raharja Siap Jaga Keberlangsungan Usaha Usai Tersertifikasi ISO 22301:2019
2026-01-12 06:27:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:08
| 2026-01-12 04:26
| 2026-01-12 04:12
| 2026-01-12 04:12










































