Game "Clair Obscur: Expedition 33" Mendadak Kehilangan Gelar Bergengsi

2026-02-05 08:34:50
Game
Ringkasan berita: - Penyelenggara ajang penghargaan untuk industri game Indie Game Award 2025, mencabut gelar Game of the Year yang diberikan kepada Clair Obscur: Expedition 33.Pencabutan ini dilakukan setelah penyelenggara mengetahui adanya penggunaan teknologi AI generatif dalam proses pengembangan game tersebut.Penyelenggara mengatakan bahwa gelar Best Debut Game yang diraih Clair Obscur: Expedition 33 juga dicabut. Game Clair Obscur: Expedition 33 menarik perhatian khalayak dengan genre petualangan berbalut elemen Role-playing Game (RPG) dan cerita yang "gelap".Baca juga: Kreator Game Call of Duty Vince Zampella Meninggal dalam Kecelakaan MobilGame ini mengajak pemain memasuki dunia fantasi gelap bergaya Perancis pasca era revolusi negara tersebut, di mana sebuah kutukan misterius mengancam umat manusia setiap tahun.Nah, kombinasi seperti narasi yang emosional melalui musik, visual artistik, dan desain dunia yang unik boleh jadi membuat Clair Obscur Expedition 33 menarik di kalangan gamer. Sementara Indie Game Awards sendiri merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Six One Indie untuk mengapresiasi game independen.Salah satu syarat utama agar sebuah game dapat dinominasikan adalah tidak menggunakan AI generatif dalam tahap pengembangannya. Aturan ini ditegaskan sebagai bagian dari komitmen penyelenggara terhadap proses kreatif manusia dalam industri game indie.Dalam pernyataan resminya, penyelenggara menyebut bahwa pihak pengembang Clair Obscur: Expedition 33, Sandfall Interactive, sebelumnya menyatakan tidak menggunakan AI generatif saat proses pengajuan nominasi.Namun, pada hari penyelenggaraan Indie Game Awards 2025, Sandfall Interactive mengonfirmasi bahwa mereka memang menggunakan seni berbasis AI generatif dalam proses produksi game tersebut."Indie Game Awards memiliki sikap tegas terhadap penggunaan AI generatif dalam seluruh proses nominasi dan selama upacara berlangsung," tulis pihak penyelenggara.Mereka juga menegaskan bahwa penggunaan AI generatif membuat game yang diajukan tidak memenuhi syarat nominasi, meskipun kualitasnya sangat baik dan aset yang terkait sudah diperbaiki.Baca juga: Tradisi Tahunan Game Call of Duty Berakhir, Black Ops 7 Jadi PemicuDengan pencabutan ini, gelar Game of the Year dan Best Debut Game di The Indie Game Awards 2025 dialihkan kepada game dengan skor tertinggi kedua di masing-masing kategori.Game petualangan Blue Prince garapan Dogubomb ditetapkan sebagai Game of the Year 2025, sementara gelar Best Debut Game diberikan kepada game Sorry We're Closed dari a la mode games.Sebelumnya, Sandfall Interactive sempat menyinggung penggunaan AI dalam wawancara dengan surat kabar Spanyol El Pais pada Juli lalu, dirangkum KompasTekno dari Eurogamer.Dalam wawancara tersebut, produser Clair Obscur: Expedition 33, François Meurisse, menyebut timnya menggunakan AI dalam proses produksi, meski tidak banyak.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-05 07:04