- Benteng Pendem Ambarawa atau Fort Willem 1, kini sudah dibuka lagi sejak Sabtu setelah tutup sementara karena revitalisasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).Benteng ini sekarang lebih bagus. Wisatawan bisa berkunjung ke lantai dua dan mengeksplorasi bagian-bagian benteng tanpa harus berjalan di jalan tanah yang becek.Adapun benteng ini adalah saksi bisu berbagai peristiwa penting, mulai dari masa Perang Diponegoro, pendudukan Jepang, hingga awal kemerdekaan Indonesia.Dilansir dari Kompas.com , Ambarawa sejak lama memiliki posisi strategis karena berada di jalur pertemuan tiga kota besar, yakni Semarang, Magelang, dan Salatiga.Ambarawa juga berada di tengah-tengah jalur yang menghubungkan Kasultanan Mataram dan Yogyakarta dengan Semarang di utara.Baca juga: 6 Aturan Berkunjung ke Benteng Pendem Ambarawa, Dilarang MerokokOleh karena itu pada masa kolonial, kawasan ini menjadi titik penting bagi Belanda untuk mengatur logistik, pertahanan, sekaligus sebagai simpul penghubung transportasi militer.Dalam konteks Perang Diponegoro (Perang Jawa) (1827–1830), wilayah ini makin strategis. Saat itu Kolonel Hoorn, Komandan Divisi 2, memerintahkan pembangunan barak militer dan gudang logistik di kawasan Bawen guna mendukung peperangan.Setelah Perang Diponegoro berakhir, Belanda memutuskan memperkuat cengkeraman militernya di Jawa. Pada tahun 1834, pembangunan benteng besar di Ambarawa pun dimulai.Benteng ini diberi nama Fort Willem I, diambil dari nama Raja Belanda Willem Frederik Prins van Oranje-Nassau yang memerintah pada 1815–1840.Pembangunan benteng dilakukan dengan sangat terencana dan berskala besar. Belanda mendirikan:Proyek raksasa ini melibatkan insinyur zeni, penjaga, hingga 3.000 kuli pribumi serta sejumlah tahanan kerja paksa.Baca juga: Fort Willem 1 Kini Jadi Wisata Malam di AmbarawaMeski tentara mulai menempati kawasan tersebut sejak 1844, benteng baru selesai sepenuhnya pada 1845.Berbeda dari kebanyakan benteng yang berfungsi utama sebagai pertahanan terhadap serangan musuh, Benteng Pendem Ambarawa memiliki peran yang lebih luas.Benteng ini bahkan disebut mampu menampung hingga 12.000 tentara, menjadikannya salah satu fasilitas militer terbesar di wilayah tersebut./ANGGARA WIKAN PRASETYA Benteng Pendem Ambarawa atau Fort Willem 1, Minggu .Meski begitu, benteng ini juga dilengkapi bagian sebagai pertahanan, yakni bastion di sudut-sudutnya.
(prf/ega)
Sejarah Benteng Pendem Ambarawa, Jejak Kolonial Belanda di Tanah Jawa
2026-01-11 23:22:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:40
| 2026-01-11 23:02
| 2026-01-11 22:54
| 2026-01-11 21:32










































