Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Berdiri Sejak 1918, Kini Dibangun Ulang

2026-01-12 06:01:11
Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Berdiri Sejak 1918, Kini Dibangun Ulang
SURABAYA, - Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur disebut-sebut berumur lebih dari satu abad karena diperkirakan berdiri sejak tahun 1918.Hal ini disampaikan oleh pengasuh Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, KH. Abdus Salam Mujib dalam sambutannya saat agenda groundbreaking rekonstruksi bangunan di Sidoarjo, Kamis .“Pesantren kami ini sebetulnya berdiri sekitar tahun 1918 atau 1917 sebelum Indonesia merdeka,” kata Mujib, Kamis.Mujib mengatakan, para pendiri dan santri di Ponpes Al Khoziny terdahulu tidak hanya menempuh ilmu agama tetapi juga berjuang melawan penjajah.“Termasuk ayah kami yang pada waktu itu masih sangat muda sekali, termasuk tentara hizbullah. Ayah kami kakaknya Kiai Abdul Wahid juga tentara hizbullah,” ujarnya.Baca juga: Groundbreaking Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Cak Imin Sentil Pemimpin GegeranDia menyebut bahwa Ponpes Al Khoziny Sidoarjo didirikan oleh ulama, Kiai Khozin bin Khairuddin.“Beliau lah yang mendirikan tetapi beliau tidak sampai tinggal di tempat pesantren karena memang tidak boleh pindah dari pesantren Siwalan Panji, yaitu asal-usul dari pesantren-pesantren Al-Khoziny itu sendiri,” kata Mujib.Kemudian, dia mengatakan, lembaga pendidikan Al Khoziny Sidoarjo tingkat Sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI) dan Sekolah Menengah Atas Islam (SMAI) sudah ada tahun 1960-an meski sudah mengalami banyak perubahan.Namun, pada 1978, Pemerintah Indonesia membagi lembaga-lembaga pendidikan dan sebagian di bawah berada naungan Departemen Agama dan sebagian adalah ke Diknas ataupun Dikbud, yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan“Sehingga kami harus memilih, maka kami berubah menjadi Tsanawiyah dan Aliyah, meng-underbow ataupun mengikuti aturan-aturan yang ada di Kementerian Agama,” ucapnya.Baca juga: Pengasuh Ponpes Al Khoziny: Musibah Kami Tidak Ada Apa-apanya dari Bencana SumateraMujib mengatakan, pada sekitar 1991, Ponpes Al Khoziny mengawali pembukaan perkuliahan tingkat strata satu. Setahun setelahnya baru mengantongi izin operasional.“Kemudian, sekitar tahun 2001 atau 2002 itu kita meningkatkan lembaga pendidikan tinggi kami menjadi strata S2 ataupun adanya pascasarjana,” katanya.Namun, Mujib berharap pesantren mendapat bimbingan dari para kiai, dan tokoh masyarakat. Selain itu, mendapat pendampingan dari tokoh-tokoh pemerintahan.Sebagaimana diketahui, Ponpes Al Khoziny Sidoarjo menjadi perhatian publik usai tragedi runtuhnya bangunan mushala pada 29 September 2025.Sembilan hari proses pencarian dan pertolongan, total 171 korban terevakuasi. Korban yang ditemukan meninggal dunia sebanyak 67 orang dengan delapan bagian tubuh. Sementara itu, yang selamat 104 orang.Hingga akhirnya, pemerintah memutuskan membangun ulang ponpes tersebut dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp125,3 miliar.Wajah Ponpes Al Khoziny yang baru akan berdiri di atas lahan seluas 4.100 meter persegi berbentuk memanjang di Jalan Raya Siwalan Panji II, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.Baca juga: Pembangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Telan Anggaran Rp 125,3 Miliar, Muhaimin: Iya, APBN Semua...


(prf/ega)