Harga Bitcoin Anjlok, Pasar Kripto Turun di Bawah 3 Triliun Dollar AS

2026-01-12 18:30:26
Harga Bitcoin Anjlok, Pasar Kripto Turun di Bawah 3 Triliun Dollar AS
- Harga Bitcoin anjlok dan menyeret pasar kripto hingga turun di bawah 3 triliun dollar AS. Aset kripto terbesar ini memasuki bulan terburuk sejak kejatuhan industri kripto pada 2022. Sepanjang November, harga Bitcoin turun sekitar seperempat nilai totalnya.Bitcoin sempat melemah hingga 7,6 persen ke level 80.553 dollar AS sebelum berbalik pada Jumat. Ether ikut turun hingga 8,9 persen ke bawah 2.700 dollar AS. Token kripto lain mencatat pelemahan serupa.Berdasarkan data CoinGecko, nilai total pasar kripto kini berada di bawah 3 triliun dollar AS untuk pertama kalinya sejak April.Baca juga: Robert Kiyosaki Jual Bitcoin Saat Harga Turun, Alihkan Investasi ke BisnisData Bloomberg mencatat penurunan ini menjadi yang terdalam sejak Juni 2022, ketika proyek stablecoin TerraUSD runtuh dan memicu likuidasi besar-besaran yang berujung pada kejatuhan FTX milik Sam Bankman-Fried.Meski pemerintahan Presiden AS Donald Trump dinilai pro-kripto dan adopsi institusional meningkat, Bitcoin tetap turun lebih dari 30 persen sejak mencapai rekor pada awal Oktober.Penurunan tersebut terjadi setelah likuidasi besar pada 10 Oktober yang menghapus 19 miliar dollar AS posisi ber-leverage dan menghilangkan sekitar 1,5 triliun dollar AS nilai pasar kripto.“Kombinasi likuidasi paksa dan penjualan ETF membuat pasar berada dalam kondisi sangat rentan. Upaya stabilisasi langsung berhadapan dengan tekanan pasokan dari banyak sumber,” kata Chris Newhouse, Director of Research di Ergonia, dikutip dari Bloomberg.Baca juga: Bitcoin Anjlok Tajam, Peringatan The Fed Picu Kekhawatiran Crash BaruDalam 24 jam terakhir, tekanan jual semakin kuat. Data CoinGlass mencatat tambahan likuidasi sebesar 2 miliar dollar AS.Kondisi pasar global juga menekan aset kripto. Saham AS yang sebelumnya menguat akibat sentimen kecerdasan buatan berbalik melemah pada Kamis karena kekhawatiran valuasi dan ketidakpastian terkait pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve pada Desember.“Sentimen pasar sangat buruk. Tampaknya ada penjual yang terpaksa melepas aset, dan belum jelas seberapa besar tekanan ini,” ujar Pratik Kala, Portfolio Manager Apollo Crypto.Dompet kripto bernama “Owen Gunden”, yang menyimpan Bitcoin sejak 2011, mulai menjual kepemilikannya pada akhir Oktober dan total nilai penjualan mencapai 1,3 miliar dollar AS. Penjualan terakhir dilakukan pada Kamis, menurut unggahan Arkham Intelligence.Baca juga: Harga Bitcoin Terjun, Binance Soroti Fase Risk-Off GlobalVetle Lunde, Head of Research di K33, mengatakan, penjualan ini mencerminkan pola yang lebih luas.“Secara individu, penjualan Owen Gunden tidak signifikan. Namun, ini menyoroti satu tema utama sepanjang tahun: pemilik awal menjual dalam ukuran besar,” katanya.Indikator sentimen kripto yang mengukur volatilitas, momentum, dan permintaan kini berada di level terendah sejak 2022. Indeks Coinglass menunjukkan status “ketakutan ekstrem”.Setahun lalu, indeks ini sempat berada di angka 94 setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-12 16:26