Jakarta- Suasana duka menyelimuti kediaman Ujang Adiwijaya di Kampung Pitara, Pancoran Mas, Depok. Barisan bangku yang digunakan untuk takziah tampak berbaris, bendera kuning menjadi saksi bisu kesedihan keluarga Almarhum Ujang yang berprofesi sebagai pengemudi online.Raut wajah kesedihan Ifah Muhtianah yang merupakan istri korban, merelakan suaminya yang menjadi tulang punggung keluarga, telah pergi oleh ulah para tersangka yang kini dalam buruan kepolisian.“Saya terakhir ketemu hari Minggu , jam 09.30 WIB,” ujar Ifah, Rabu .AdvertisementIfah sempat menerima kabar dari suaminya di hari minggu sekitar pukul 18.00 WIB terkait adanya paket pesanan barang. Pesan yang dikirim Ifah sempat tidak terkirim, namun tidak lama berselang handphone suaminya dapat menerima pesannya.“Pas di telepon, di telepon itu memanggil, bukan berdering. Udah gitu saya WA lagi checklist lagi. Di situ saya udah mulai gelisah dah,” ucap Ifah.Ifah berusaha berfikir positif mengingat handphone suaminya sempat mengalami kerusakan. Namun gelagat suaminya dirasakan Ifah sangat berbeda dari kebiasaan saat memberikan pesan melalui handphone.“Setelah itu saya nggak tidur sampai pagi. Saya lihat mobilnya ke depan, nggak ada mobilnya,” terang Ifah.Naluri seorang istri terhadap suaminya menjadi ikatan kuatan firasat yang diterima Ifah. Tidak seperti biasanya, suaminya kini tidak pulang ke rumah hingga perasaan Ifah gelisah.“Seumur saya rumah tangga sama dia (korban), itu baru yang namanya nggak ngabarin itu ya nggak pernah, baru kali ini, makanya saya ya pokoknya sedikit janggal dah,” kata Ifah.
(prf/ega)
Firasat Istri Sebelum Suaminya Ditemukan Tewas dengan Tangan dan Mulut Terikat di Pinggir Tol Jagorawi
2026-01-12 02:10:08
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:46
| 2026-01-12 02:30
| 2026-01-12 01:48
| 2026-01-12 00:33
| 2026-01-12 00:24










































